Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN TALASEMIA MAYOR PADA MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN DARAH: MENUJU ZERO GROWTH TALASEMIA MAYOR DI INDONESIA Ramdan Panigoro; Edhyana Sahiratmadja
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.37317

Abstract

Talasemia mayor adalah kelainan darah merah akibat adanya mutasi pada gen globin ­alfa atau beta. Penyandang talasemia mayor membutuhkan transfusi darah setiap bulan seumur hidupnya. Di Indonesia, pembiayaan pengobatan talasemia mayor menjadi beban kelima dalam pembiayaan BPJS. Untuk itu, pencegahan talasemia mayor perlu dilakukan, salah satunya adalah dengan tidak menikah dengan sesama pembawa sifat talasemia (talasemia minor). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan dalam menurunkan angka kejadian atau prevalensi talasemia mayor dengan melakukan edukasi melalui video. Selain itu dilakukan pemeriksaan status talasemia minor untuk mengetahui besarnya prevalensi pembawa sifat talasemia di masyarakat. Metode perekrutan responden dimulai dari penyebaran ajakan tentang donor darah dan skrining status pembawa sifat talasemia. Setelah melihat tayangan video, responden diminta untuk menandatangani informed consent dan bila bersedia maka responden akan diperiksa status pembawa sifat talasemia dengan pemeriksaan darah lengkap. Bagi responden yang terduga membawa sifat talasemia dilanjutkan dengan pemeriksaan Hb-elektroforesis. Sejumlah 112 orang datang di gedung Eijkman Bandung, 27 Mei 2021, yang terdiri dari 51 orang yang hadir secara individual dan 60 orang yang hadir dengan anggota keluarga lainnya. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi pembawa sifat talasemia pada masyarakat umum adalah sebesar 6,8%, sementara pada klaster keluarga sebesar 52,3%. Simpulan, penyuluhan tentang talasemia perlu terus ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengetahuan mengenai talasemia dan kegunaan pemeriksaan status talasemia pra nikah. Pemeriksaan darah perlu dilakukan kepada semua lapisan masyarakat terutama pada keluarga besar penyandang talasemia mayor dengan prevalensi yang cukup tinggi. Selain itu perlu digaungkan pentingnya berdonor untuk sesama.