Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN TN. A DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN DI KELURAHAN AEK PAROMBUNAN 2019 Dedi Mizwar Tarihoran; Lilis Hutagalung
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah penyakit infeksi saluran nafas bagian bawah. Menurut WHO (2019) insiden bronkopneumonia di negara berkembang adalah 151,8 juta kasus bronkopneumonia/tahun, 10% diantaranya merupakan bronkopneumonia berat dan perlu perawatan di rumah sakit. Di negara maju terdapat 4 juta kasus setiap tahun sehingga total insidens bronkopneumonia di seluruh dunia ada 156 juta kasus bronkopneumonia setiap tahun. Terdapat 15 negara dengan insidens bronkopneumonia paling tinggi, mencakup 74% (115,3 juta) dari 156 juta kasus diseluruh dunia. Lebih dari 2 setengahnya terdapat di 6 negara, mencakup 44% populasi di dunia. Bila penyakit ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan beberapa komplikasi bahkan kematian. Bronkopneumonia merupakan salah satu bagian dari penyakit pneumonia. Bronkopneumonia adalah peradangan yang terjadi pada ujung akhir bronkiolus, yang tersumbat oleh eksudat mukosa purulen. Tujuan : Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien bronkopneumonia dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Metode : Studi kasus dilakukan pada dua orang klien dengan bronkopneumonia dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan memberikan intervensi keperawatan postural drainage untuk pengeluaran sekret, pada klien 1 & 2 masalah teratasi setelah dilakukan intervensi selama 3 hari. Diskusi : Klien dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas tidak selalu memiliki respon sama, hal ini dipengaruhi lama klien terinfeksi, maupun lama perawatan, sehingga perawat harus melakukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk menangani masalah keperawatan pada setiap klien.
PENGARUH PEMBERIAN AKTIVITAS GERAK FISIK TERHADAP PENINGKATAN BASA METABOLISME PADA PASIEN DM DI TAPANULI TENGAH Dedi Mizwar Tarihoran
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah(hiperglikemia).Salah satu cara untuk mengendalikan gula darah pada penderita DM yaitu dengan cara melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang terstruktur dapat meningkatkan sensitivitas transpor glukosa akibat stimulasi insulin. Sehingga dapat menurunakan kadar glukosa plasma. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 97 responden penderita DM tipe 2 di 10 Pusat Keshatan Masyarakat (Puskesmas) dengan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) terbanyak. Aktivitas fisik diidentifikasi dengan Global Physical Activity Quesionaire (GPAQ) dan gula darah puasa diidentifikasi menggunakan glucometer. Uji hipotesis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Terdapat 41 responden dengan aktivitas fisik kategori tinggi (42,3%), 38 aktivitas fisik kategori rendah (39,2%) dan 18 aktivitas fisik kategori sedang (18,6%). Sebanyak 57 responden memiliki gula darah puasa tidak terkontrol (58,8%) dan 40 responden dengan gula darah puasa terkontrol (41,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan gula darah puasa terkontrol pada penderita DM tipe 2 peserta prolanis di Kabupaten Tapanuli Tengahdengan p-value < 0,05 ( 0,033) dan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan gula darah puasa terkontrol pada penderita DM tipe 2 peserta Prolanis