Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor pertumbuhan industri kosmetik tampaknya terhadap tenaga kerja. Variabel ekonomi yang dianalisis adalah Suku Bunga Indonesia (SBI) dan kurs sebagai variabel bebas. Sedangkan pertumbuhan industri kosmetik dan tenaga kerja sebagai variabel terikat. Data yang digunakan adalah data sekunder dari lima perusahaan, yaitu PT. Paragon Technology and Innovation, Marthatilaaar Group, Viva Cosmetics, PT. Mustika Ratu dan LOREAL, selama kurun waktu 2010-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menjelaskan secara statistik hubungan dan pengaruh variabel ekonomi di atas terhadap pertumbuhan industri kosmetik dampaknya terhadap tenaga kerja, baik secara keseluruhan maupun parsial. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar, tingkat bunga, inflasi, tabungan masyarakat dan kurssecara serentak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Fstatistik > Ftabel yaitu 13,09 > 2,49 dan nilai signifikansi probabilitas Fstatistik < F(5%) yaitu  0,000000 < 0,05. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap SBI, dimana nilai tstatistik < ttabel yaitu -0,56 < 1,70 dan nilai signifikansi probabilitas tstatistik < t(5%) yaitu 0,5792 < 0,05. Secara parsial jumlah uang beredar, tingkat bunga, dan tabungan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kurs tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, dimana nilai tstatistik < ttabel yaitu -0,73 < nilai 1,70 dan nilai signifikansi probabilitas tstatistik > t(5%) yaitu 0,4695 > 0,05. Demikian juga variabel kurs tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, dimana nilai tstatistik < ttabel yaitu1,69 < 1,70 dan nilai signifikansi probabilitas tstatistik < t(5%) yaitu 0,09 > 0,05. R2 untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 42,44% dan R2 untuk SBI sebesar 80,08%.