Ceria Telaumbanua
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA SISWA/SISWI DI SMAN 1 SAWO NIAS UTARA Ceria Telaumbanua; Lia Natalia
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.259

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu keadaan adanya invasi atau masuknya mikroorganisme pada saluran kemih. Promosi kesehatan perlu diberikan lewat video pembelajaran karena dapat memberikan peranan dan dampak positif bagi remaja untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki perilaku pencegahan ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan ISK pada siswa/siswi di SMAN 1 Sawo Nias Utara. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pre-experimental design one group pre and post test. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling sebanyak 91 siswa/siswi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas jumlah responden laki-laki (50,5%), tidak memiliki riwayat ISK (87,9%), memiliki riwayat ISK (12,1%), pengetahuan pre test dan post test (49,5%;85,7%), perilaku pre test dan post test (57,1%;92,3%). Hasil analisis uji Wilcoxon terdapat pengaruh promosi kesehatan sebelum dan sesudah intervensi pada pengetahuan (p value= 0,000), perilaku sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p value= 0,000). Promosi kesehatan melalui video menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan ISK pada remaja. Saran untuk siswa/siswi meningkatkan perilaku pencegahan ISK dengan membasuh alat kelamin dari arah depan ke belakang, remaja putri mengganti pembalut secara rutin saat menstruasi minimal 4-6 jam sekali, perlu dukungan keluarga untuk memfasilitasi siswa/siswi handuk bersih untuk membasuh area kelamin. Sekolah disarankan menyediakan fasilitas air bersih dan toilet yang memadai.