Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pemenuhan Persyaratan Sertifikat Laik Fungsi Gedung Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Tahun 2023 Niken Churniadita; Cicilia Widiyaningsih; Supardjo Supardjo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i3.3386

Abstract

Rumah Sakit PMI Bogor adalah lembaga kesehatan nirlaba milik Perhimpunan Palang Merah Indonesia. Untuk dapat beroperasi RS PMI harus memiliki Izin Operasional dengan persyaratan RS memiliki Rencana Strategis, terakreditasi, dan memenuhi persyaratan lain salah satunya Sertifikat laik fungsi Gedung (SLF). Izin RS PMI akan berakhir 31 Desember 2023, dan SLF Gedung akan habis masa berlakunya pada bulan September 2023. Pemerintah mengeluarkan regulasi baru yaitu Permenkes nomor 40 tahun 2022 yang menyatakan bahwa keandalan struktur bangunan gedung harus diuji secara berkala sesuai pedoman teknis dan standar yang berlaku. Selain itu telah terbit PP nomor 16 tahun 2021 yang mengatur penetapan fungsi dan klasifikasi bangunan gedung, dan proses penyelenggaraan bangunan gedung melalui sistem informasi manajemen bangunan gedung berbasis web. Kedua hal ini belum banyak diketahui oleh pengelola rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen dan pengetahuan tentang perizinan dan akreditasi (MFK) rumah sakit, mengukur kondisi teknis bangunan gedung RS PMI Bogor, melaksanakan proses perpanjangan SLF, dan menyusun program dan kegiatan pelaksanaan pemanfaatan dan pemeliharaan gedung untuk mempertahankan laik fungsi gedung agar pengajuan perpanjangan SLF berikutnya lebih mudah. Tesis ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Dari penelitian disimpulkan bahwa manajemen rumah sakit komitmen terhadap perizinan dan akreditasi RS (MFK). Untuk kelengkapan dokumen persyaratan ada beberapa sertifikat laik operasi sarana yang habis masa berlakunya. Pada kajian teknis ditemukan temuan minor yang memerlukan perbaikan agar tidak memengaruhi struktur dan keamanan gedung. Belum ada dokumentasi kegiatan perbaikan dan pemeliharaan gedung berdasarkan rekomendasi tim pengkaji teknis SLF sebelumnya. Kata kunci : (SLF, sertifikat, perizinan, rumah sakit )
Strategi Pengembangan Pelayanan Fisioterapi Dengan Pendekatan Balance Scorecard Di Rumah Sakit Radjak Lianna Panjaitan; Eka Yoshida; Supardjo Supardjo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6947

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh ratio jumlah kunjungan pasien dari unit pelayanan Fisioterapi di RS Radjak tidak sebanding dengan ketenagaan yang ada. Menurut Permenkes Nomor 65 tahun 2015 dengan ketenagaan yang ada yaitu sebanyak 4 orang Fisioterapi, dimana 1 orang fisioterapi idealnya melayani 8 – 10 pasien setiap harinya dapat dikatakan jumlah kunjungan pasien di pelayanan Fisioterapi belum maksimal. Sehingga dirasa perlu menyiapkan strategi untuk pengembangan unit Pelayanan Fisioterapi dengan pendekatan Balance Scorecard. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan jumlah kunjungan pasien pada unit fisioterapi RS Radjak dengan pendekatan Balanced Scorecard. Penelitian ini termasuk penelitian mix metode dengan mengambil sebanyak 20 responden sebagai Informan kunci baik dari pihak Rumah Sakit dan Pasien. Data yang diambil meliputi data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan Telaah dokumen. Hasil penelitian pada Prespektif Pembelajaran dan pertumbuhan ada 4 strategi yang harus di perkuat, pada prespektif Proses Bisnis Internal terdapat 3 strategi yang harus di perkuat, Pada prespektif pelanggan ada 4 strategi yang harus di perkuat dan pada prespektif keuangan terdapat 3 strategi yang harus di perkuat. Tentunya strategi dari ke-empat prespektif ini saling berkesinambungan. Kesimpulan dari penelitian adalah terapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh Rumah Sakit dalam mewujudkan pengembangan pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Radjak. Ke-empat prespektif dalam balance scorecard saling berhubungan dan mempengaruhi satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan untuk dapat dilakukan secara sistematis jika ingin mencapai tujuan. Pemenuhan kebutuhan Biaya operasional berbanding lurus dengan kegiatan operasional yang dilakukan.