Farah Zhafirah Syarafina
Sarjana Keperawatan, STIKes Mitra Keluarga, Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pengabaian Lansia Farah Zhafirah Syarafina; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14220

Abstract

Neglect is an attitude when the elderly do not get their daily needs met and protection in all aspects, which can endanger the lives of the elderly. This condition is in line with the increasing prevalence of elderly neglect in the next few years. This incident is related to the level of knowledge possessed by the community. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the level of public knowledge about neglecting the elderly in the Happy Village, Bekasi. This study used a quantitative approach with a cross-sectional method. The population size in this study was 4,680 with a sample size of 108 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria, who were selected by random sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed by Chi-square test. The results showed that the age of most respondents was young adults (62%), the most education was low level (SD-SMP-SMA) namely 70.4%, the most employment status was working (63.9%), the most sources of information were get information (72.2%), and the highest level of knowledge is in the good category (75.9%). The results of the correlation test showed that the p-value for each factor was education level = 0.000, occupation = 0.009, sources of information = 0.000, age = 0.055. It was concluded that there is a relationship between the level of education, occupation, information sources and the level of public knowledge about neglecting the elderly.Keywords: elderly; waiver; knowledge level; education; work; resources ABSTRAK Pengabaian adalah sikap ketika lansia tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan perlindungan dalam semua aspek, yang bisa membahayakan hidup lansia. Kondisi ini sejalan dengan peningkatan prevalensi pengabaian lansia dalam beberapa tahun ke depan. Kejadian ini berkaitan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengabaian lansia di Kelurahan Bahagia, Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Ukuran populasi dalam penelitian ini adalah 4.680 dengan ukuran sampel 108 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur responden terbanyak adalag dewasa muda (62%), pendidikan terbanyak adalah level rendah (SD-SMP-SMA) yaitu 70,4%, status pekerjaan terbanyak adalah bekerja (63,9%), sumber informasi terbanyak adalah pernah mendapatkan informasi (72,2%), dan tingkat pengetahuan terbanyak adalah dalam kategori baik (75,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah tingkat pendidikan = 0,000, pekerjaan = 0,009, sumber informasi = 0,000, usia = 0,055. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengabaian lansia.Kata kunci: lanjut usia; pengabaian; tingkat pengetahuan; pendidikan; pekerjaan; sumber informasi