Rosnida Sari
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOODJA, ondel-ondel dan eksistensi berkesenian di Jakarta Rosnida Sari; Dewy Sri Widiyaningsih
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 12 No. 2 (2023): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v12i2.64412

Abstract

Penelitian mendalami bagaimana KOODJA (Komunitas Ondel-Ondel DKI Jakarta) mengorganisir eksistensi seniman ondel-ondel dan berintegrasi dengan Dinas Kebudayaan Jakarta dalam upaya membangun kehadiran seni Betawi. Dengan metode kualitatif, penelitian mewawancarai pelaku baik dari KOODJA dan Dinas Kebudayaan Jakarta tentang upaya mempetahankan eksistensi berkesenian. Temuan penelitian mengungkap keberadaan solidaritas mekanik dalam pembentukan KOODJA oleh para penggiat seni ondel-ondel yang berbagi kesadaran kolektif dan identitas kelompok yang kuat. KOODJA juga mengembangkan solidaritas organik dengan Dinas Kebudayaan Jakarta untuk mengatur aktivitas para pengamen ondel-ondel. Kolaborasi ini penting untuk pelestarian, pengembangan, dan promosi seni ondel-ondel sebagai bagian penting dari identitas budaya Jakarta. 
Mencipta Harmoni dalam Dominasi: Habitus Cina Benteng di Permukiman Kalipasir Tangerang Faesa Raud Atfal; Rosnida Sari; Nurina Adi Paramitha
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 3 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i3.81722

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana subkultur Cina Benteng membangun harmonisasi sosial di tengah dominasi budaya Sunda Muslim di Kalipasir, Tangerang. Fokus utamanya adalah adaptasi kelompok minoritas tanpa kehilangan identitas budaya. Dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi berbasis teori Bourdieu, penelitian ini mengungkap tiga proses habituasi. Pertama, internalisasi nilai dominan melalui adaptasi tradisi Peh Cun dengan unsur Sunda Muslim, partisipasi dalam ritual lokal, serta akulturasi seni Gambang Kromong dan Tari Cokek. Kedua, reflektivitas hegemoni budaya tampak dalam penggunaan bahasa Sunda oleh komunitas Cina Benteng. Ketiga, pembentukan habitus melalui interaksi sosial intens dan jejaring lintas kelompok yang memperkuat kohesi sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam hegemoni budaya, Cina Benteng berhasil menciptakan hubungan harmonis berbasis kolaborasi dan toleransi. Studi ini memperkaya pemahaman tentang dinamika keberagaman dan strategi adaptasi budaya dalam masyarakat multikultural Indonesia. This study examines how the Cina Benteng subculture sustains social harmony amid the cultural dominance of the Sunda Muslim community in Kalipasir, Tangerang. It focuses on how minority groups adapt while maintaining their cultural identity. Employing a qualitative ethnographic approach grounded in Bourdieu’s theory, the research identifies three habituation processes. First, dominant value internalization is seen in adapting Peh Cun traditions with Sunda Muslim elements, engaging in local rituals, and acculturating Gambang Kromong and Cokek Dance. Second, cultural hegemony reflexivity appears through the community’s use of the Sundanese language. Third, habitus formation develops via intensive social interactions and intergroup networks fostering social cohesion. The findings reveal that despite dominant culture, the Cina Benteng community achieves harmony through collaboration and tolerance. This study contributes to a deeper understanding of cultural diversity and adaptive strategies within Indonesia’s multicultural society.