This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Sipil
Harijanto Setiawan, Harijanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI PENDUKUNG KEBERHASILAN BISNIS KONTRAKTOR DI INDONESIA Setiawan, Harijanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.781 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i1.1015

Abstract

Contractors as a part of construction industry run their business in many unique ways.Instead of running unique business, contractors’ business also been considered as a business invery high competition. In this bisnis environment, contractors need to implement proper businessstrategy in order to be success in their business. Entrepreneurship has been developed very rapidlybecause it has been considered as a strategy to support business success in many business areas.Considering the uniqueness of contractors’ business, therefore entrepreneurship is considered to beimplemented by contractors in many unique way comparing to other businesses. This study isaimed to find the concept of entrepreneurship for contractors. Entrepreneurship in this study willbe focused on corporate entrepreneurship which is elaborated into five dimensions: autonomy,competitive aggressiveness, innovativeness, proactiveness and risk taking. Data was collected bysemi-structure interview with top managers of contractors in Indonesia. The transcript of theinterviews were analyzed using thematic analysis that is carried out manually and then continuedby using Nvivo Software. This study finds how is the implementation of those five dimensionsespecially for contractors. Abstrak: Kontraktor adalah perusahaan dalam industri konstruksi yang menjalankan usahanyadengan berbagai keunikannya. Selain bisnisnya yang unik, bisnis kontraktor juga dikategorikansebagai bisnis dengan persaingan yang tinggi. Menghadapi situasi ini, kontraktor dituntutmenjalankan strategi bisnis yang tepat sehingga mampu mendukung keberhasilan usahanya.Kewirausahaan yang telah berkembang pesat karena dijumpai mampu mendukung keberhasilanberbagai bidang usaha diharapkan akan mampu pula mendukung keberhasilan usaha kontraktor.Mengingat usaha kontraktor yang unik maka kewirausahaan untuk kontraktor juga akanmempunyai beberapa kekhususan dibandingkan kewirausahaan pada bidang usaha lain. Penelitianini bertujuan untuk menemukan konsep kewirausahaan untuk kontraktor. Kewirausahaan padapenelitian ini difokuskan pada kewirausahaan tingkat perusahaan atau dikenal dengankewirausahaan korporasi yang dijabarkan dalam lima dimensi, yaitu: otonomi, agresif dalampersaingan, berinovasi, proaktif dalam meraih peluang dan berani mengambil risiko. Pengumpulandata dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dengan para pimpinan kontraktor di Indonesia.Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis tematik yang diawali analisis secaramanual yang kemudian dilanjutkan dengan bantuan perangkat lunak Nvivo. Hasil penelitian inimenemukan bagaimana kelima dimensi tadi diterapkan sesuai dengan keunikan bisnis kontraktor.Kata kunci: : kewirausahaan korporasi, kontraktor, Indonesia
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN KONTRAKTOR DALAM EVALUASI PENAWARAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Simalango, Daniel Rashoky; Setiawan, Harijanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.327 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i3.3726

Abstract

Various factors were found as the cause of the contractor's failure in bid evaluation in the tender of government projects. This study aims to explore the factors that cause contractors to fail in electronic project procurement in the Special Region of Yogyakarta. The study was conducted based on a qualitative approach with documents as data sources. The secondary data was obtained from the Electronic Procurement Service Website (LPSE) of the Special Region of Yogyakarta in 2017. Qualitative data analysis was carried out using NVivo software in order to classify data that has similar meanings, which can be considered as the factors that cause failure of contractors in government projects tender. The results show that technical factors are the most common cause of failure, both in building projects, roads and bridges, and waterworks. Specifically, the technical factors that are the cause of the failure are different for each type of project. Technical factors related to core personnel are the cause of failure in building and waterworks projects, while the construction method is the cause of failure in road and bridge projects.
RISIKO PENGELOLA MALL DALAM MENGHADAPI TENANT PADA MALL XYZ DI YOGYAKARTA Putranindra, Raphael; Latanza, Jocelyn; Dewayani Putri, Sinta; Setiawan, Harijanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i2.10447

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota wisata yang memiliki banyak potensi ekonomi melalui seni, budaya, jasa, barang, dan hiburan. Salah satu sektor yang berkembang adalah pusat perbelanjaan seperti mall, yang memainkan peran penting dalam menarik pengunjung lokal maupun internasional. Mall XYZ di Yogyakarta menjadi objek penelitian ini, dengan fokus pada pengelolaan tenant sebagai sumber pendapatan utama sekaligus daya tarik pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko yang dihadapi dalam manajemen tenant serta strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Tenant tidak hanya berfungsi sebagai penyewa properti, tetapi juga sebagai elemen strategis yang menentukan keberhasilan mall melalui layanan, produk, dan pengalaman yang ditawarkan kepada konsumen. Melalui penelitian, didapatkan bahwa tantangan utama dalam manajemen tenant meliputi kontrak sewa yang tidak jelas, komunikasi yang kurang efektif, serta kompetisi antar tenant. Strategi yang diterapkan mencakup pengelolaan berbasis teknologi digital, seperti sistem pelaporan kerusakan dan pembayaran sewa online, serta komunikasi intensif melalui pertemuan rutin antara manajemen mall dan tenant. Kerja sama yang baik antara kedua pihak juga mendorong penyelenggaraan event menarik yang meningkatkan trafik pengunjung. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tenant yang efektif untuk mempertahankan daya tarik mall, meningkatkan jumlah pengunjung, dan menjaga stabilitas pendapatan. Studi ini memberikan wawasan strategis bagi manajemen mall dalam mengelola hubungan tenant secara optimal untuk menghadapi tantangan dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa mall adalah fasilitator dan tenant sebagai klien utama.