Jeanny Maria Fatimah
Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Antar Budaya: Studi Kasus pada Mahasiswa Etnis Papua dengan Dosen Non Papua di Universitas Timika Hanifa Hanifa; Jeanny Maria Fatimah; Muhammad Farid
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2567

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk memahami komunikasi antarbudaya dosen pendatang dengan mahasiswa asli Papua di lingkungan Universitas Timika; (2) Untuk memahami hambatan-hambatan komunikasi antarbudaya dosen pendatang dengan mahasiswa asli Papua di lingkungan Universitas Timika. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode studi kasus memungkinkan peneliti untuk tetap holistic dan signifikan. Penelitian ini telah memaparkan data Studi Kasus Komunikasi Antarbudaya Dosen Pendatang dengan Mahasiswa Papua di Universitas Timika. Komunikasi antarbudaya di kalangan para dosen pendatang dengan mahasiswa asli Papua menggunakan bahasa Indonesia yang disederhanakan dengan menggunakan istilah-istilah yang familiar di kalangan mahasiswa Papua dan memberikan pendekatan-pendekatan secara personal dengan dipertegas dengan bahasa nonverbal (physical touch) kepada mahaswa agar memberikan rasa nyaman dan lebih dekat dengan mereka.
Analisis Makna dan Simbol Tradisi Mappalelo Cakkuriri sebagai Komunikasi Pemersatu Masyarakat di Desa Putta’da Cahya Novianti Maulle; Jeanny Maria Fatimah; Muhammad Farid
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2900

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengnalisis proses Tradisi Mappalelo Cakkuriri di Desa Putta’da. (2) Untuk menganalisis makna simbol dan pesan dalam Tradisi Mappalelo Cakkuriri di Desa Putta’da. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Moleong penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh obyek penelitiana, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang dialami dengan memanfaatkan berbagai metode lain. Tradisi Mappalelo Cakkuriri, merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Puttada. Eksistensi Tradisi Mappalelo Cakkuriri tetap dipertahankan masyarakat Sendana khususnya Desa Puttada hingga saat ini, karena tradisi ini diyakini oleh masyarakat dapat menghindarkan mereka dari segala marabahaya baik itu berupa bencana alam maupun wabah penyakit. Prosesi pelaksanaan tradisi tetap mengacu pada pada tata cara para pendahulu mereka, namun dinamika pelaksanaan tradisi disesuaikan dengan masyarakat sekarang. Mulai dari tahap persiapan sampai pada pelaksanaan dilakukan secara gotong royong dan partisipasi penuh dari masyarakat Sendana khususnya desa Puttada.
Analisis Makna Simbol Tradisi Kalomba sebagai Komunikasi Pemersatu Masyarakat Kajang Luar Kabupaten Bulukumba Lisa Arifuddin; Jeanny Maria Fatimah; Muhammad Farid
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis proses Tradisi Kalomba suku Kajang Luar dan (2) menganalisis makna simbol dan pesan Tradisi Kalomba suku Kajang Luar Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan fenomenologi, sebagai sebuah pendekatan yang memfokuskan pada fakta-fakta dari sebuah kejadian atau peristiwa. Fokus pada makna dari simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi Kalomba, dengan menggunakan teori interaksionisme simbol yang dikemukakan oleh Herbert Blumer dan George herbert Mead. Sumber data ada dua, yakni sumber data primer berupa hasil wawancara, dan sumber data sekunder berupa refensi buku dan jurnal. Penelitian ini menggunakan instrumen kunci dari peneliti sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan pendalaman referensi bacaan. Teknik analisis dan interpretasi data, dilakukan dengan tiga cara, yakni reduksi data, penyajian data, pengujian keabsahan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kalomba menjadi salah satu tradisi yang mampu mengeratkan persatuan masyarakat Kajang Luar, dan dari setiap prosesi yang dilakukan selalu ada makna yang tersirat. Tradisi Kalomba juga menjadi tadisi yang masih sangat dipercayai sebagai bentuk tolak bala, menghindarkan anak dari segala macam penyakit, dan mengandung makna silatuhim yang terus terjaga.