Meli Meli
Universitas Esa Unggul, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Dewan Komisaris Independen, Komite Audit, Kualitas Auditor dan Diversitas Sexes Direksi terhadap Manajemen Laba Meli Meli
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2719

Abstract

Peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh Komite Audit, Diversitas Sexes Direksi, Dewan Komisaris Independen, dan Kualitas Auditor terhadap Manajemen Laba. Perusahaan di industri makanan dan minuman yang saat ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2021 menjadi sampel untuk analisis ini. Statistical Program for Social Science (SPSS) digunakan untuk melakukan analisis regresi linier berganda untuk penelitian ini. Studi ini melibatkan populasi 288 data dari 72 perusahaan yang berbeda. Perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman yang tetap tercatat di BEI antara tahun 2018 dan 2021 menjadi fokus penelitian ini, dengan menggunakan strategi purposive sampling. Secara keseluruhan, 88 sampel dikumpulkan dari 22 perusahaan yang berbeda. Penelitian ini menghasilkan bahwa manajemen laba dipengaruhi oleh keberadaan dewan komisaris independen, komite audit, auditor berkualitas tinggi, dan diversitas sexes direksi secara signifikan. Manajemen Laba dipengaruhi oleh Dewan Komisaris Independen secara negatif. Dampak Komite Audit dan Kualitas Auditor terhadap manajemen laba tidak signifikan. Variabel Diversitas Sexes Direksi berdampak positif terhadap manajemen laba. Penghitungan biaya dan pengeluaran yang lebih hati-hati dalam proyeksi laba diantisipasi sebagai hasil dari temuan studi ini oleh manajemen perusahaan. Manajemen laba memiliki konsekuensi jika terjadi kesalahan. Sementara itu, calon investor harus lebih berhati-hati saat membuat keputusan berinvestasi di perusahaan, dengan menggunakan laporan keuangan sebagai acuan untuk menilai konsistensi pendapatan perusahaan selama periode pengamatan.