Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengembangan Karir Pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Rania Fatrizza Pritami; Niaty Sauria; Fajar Kurniawan
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2780

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan, Pendidikan Formal, Pengalaman Kerja, Dukungan Atasan, Prestasi Kerja, bobot pekerjaan, Lowongan jabatan, Produktivitas Kerja, dan pelatihan. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan penelitian kuantitatif berkaitan dengan metode untuk mengumpulkan data, dengan desain penelitian cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika hubungan atau korelasi antara faktor risiko dan efek. Ada hubungan Diketahui Pendidikan Formal dengan Pengembangan Karir diketahui nilai P Value 0,00 lebih kecil dari 0,05 dan nilai Chi Square 23.221. Ada hubungan antara Pengalaman Kerja dengan Pengembangan Karir diketahui nilai P Value 0,01 lebih kecil dari 0,05 serta nilai Chi Square 17.286. Ada hubungan antara Dukungan Atasan dengan Pengembangan Karir dimana diketahui nilai P Value 0,00 lebih besar dari 0,05 yang artinya memiliki hubungan yang signifikan dan nilai Chi Square 25.495. Ada hubungan antara Prestasi Kerja dengan Pengembangan Karir pasien dimana diketahui nilai P Value 0,00 lebih kecil dari 0,05 dan nilai Chi Square 21.235. Ada hubungan antara bobot pekerjaan dengan Pengembangan Karir diketahui nilai P Value 0,04 lebih kecil dari 0,05 serta nilai Chi Square 9.273. Ada hubungan antara Lowongan jabatan dengan Pengembangan Karir diketahui nilai P Value 0,00 lebih kecil dari 0,05 serta nilai Chi Square 19.226. Ada hubungan antara Produktivitas Kerja dengan Pengembangan Karir diketahui nilai P Value 0,00 lebih kecil dari 0,05 serta nilai Chi Square 38.535. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan, Pendidikan Formal, Pengalaman Kerja, Dukungan Atasan, Prestasi Kerja, bobot pekerjaan, Lowongan jabatan, Produktivitas Kerja, dan pelatihan terhadap Pengembangan Karir.
Edukasi Pemahaman Mengenai Alur Pelayanan BPJS Pada Masyarakat Desa Diolo Noviani Munsir; Fatmawati Fatmawati; Lisnawati Lisnawati; Fajar Kurniawan; Tawakal Tawakal; Muhammad Al Rajab; Sultan Andilah; Rania Fatrizza Pritami; Fitri Kurniawati; Marheni Fadillah Harun; Della Widyastika
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s752dr09

Abstract

Hambatan utama dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah pedesaan adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses administratif dan prosedur layanan BPJS Kesehatan. Kebingungan, waktu tunggu yang lama untuk perawatan medis, dan ketakutan ditolak adalah gejala umum dari masalah ini. Proyek layanan masyarakat ini bertujuan untuk mendidik warga Desa Diolo, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, tentang alur layanan BPJS Kesehatan, hak dan kewajiban mereka sebagai peserta, sistem rujukan berjenjang, serta cara menggunakan layanan digital secara lebih efektif. Pengajaran langsung di lingkungan kelas menjadi alat utama dalam komponen observasi, wawancara, dan pendokumentasian aktivitas pada studi deskriptif ini. Pejabat dan anggota masyarakat dari desa tersebut termasuk di antara 43 peserta dalam kegiatan ini. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat umum memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang protokol BPJS Kesehatan, terutama dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, dan kemampuan untuk mendapatkan perawatan medis segera di ruang gawat darurat rumah sakit tanpa rujukan. Selain itu, acara ini menyoroti pentingnya status keanggotaan aktif dalam menghindari hambatan finansial dan administratif. Peningkatan literasi administratif dan kesehatan, serta kemungkinan pengurangan hambatan birokrasi dalam akses layanan kesehatan, merupakan dua dampak positif dari inisiatif layanan masyarakat ini terhadap daerah pedesaan.