Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Serbuk Temulawak dengan Dosis yang Berbeda Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Merah (Orechromis niloticus) Ukuran 5-10 cm dalam Bak Pemeliharaan Hapsari Eva Yandini; Maria Agustini; Sumaryam Sumaryam
Juvenil Vol 4, No 3: Agustus (2023)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v4i3.21013

Abstract

ABSTRAKPotensi perikanan di Indonesia sangat besar sehingga banyak yang membudidayakan ikan terutama untuk ikan air tawar. Salah satu jenis ikan air tawar di Indonesia yang potensial adalah ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Pertumbuhan yang lambat pada ikan merupakan kendala utama dalam sistem budidaya. Alternatif lain yang dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan budidaya adalah dengan cara menambahkan tanaman herbal salah satunya adalah temulawak. Temulawak yang sudah di keringkan kemudian diblender dan menjadi bubuk akan dicampurkan pakan, kemudian di aplikasikan pada ikan yang sudah diletakkan media pemeliharaan. Temulawak (Curcuma zanhorrhiza) merupakan salah satu bahan nabati yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan. Pemberian pakan yang dicampur dengan tanaman herbal dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan berat pada ikan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk temulawak pada pakan terhadap pertumbuhan ikan nila merah serta untuk mengetahui pada pemberian dosis berapa serbuk temulawak dapat meningkatkan pertumbuhan ikan nila merah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Pada penelitian ini menggunakan ikan nila merah ukuran 5 – 10 cm di wadah jerigen (4 percobaan masing – masing 6 kali ulangan) dengan jumlah 5 ekor ikan/wadah. Kemudian dihitung pertumbuhan berat mutlak pada akhir penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan dosis pemberian serbuk temulawak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan nila merah. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada penelitian ini terjadi pada perlakuan P4 dengan pertumbuhan berat mutlak 9.4 gram. Data pengukuran kualitas air selama penelitian berlangsung suhu pagi berkisar antara 27 – 27.5 ºC, suhu sore berkisar antara 28 – 28.5 ºC ; DO pagi berkisar antara 4 – 4.5 mg/L, DO sore berkisar 5 – 5.6 mg/L ; dan pH pagi berkisar 6 – 6.5 ppt, dan pH sore berkisar antara 7 – 7.5 ppt. Pentingnya pengaplikasian serbuk temulawak pada media pemeliharaan adalah mendongkrak pertumbuhan berat mutlak ikan nila merah pada masa pemeliharaan serta untuk menjaga kualitas air agar tetap pada Batasan optimum nilai kualitas air pada budidaya. Kata kunci : Pertumbuhan berat mutlak; temulawak; ikan nila merah (Oreochromis niloticus)ABSTRACTThe potential of fisheries in Indonesia is very large, so that many fish are cultivated, especially for fresh water fish. One type of freshwater fish in Indonesia that has potential is red tilapia (Oreochromis niloticus). Slow growth of fish is a major obstacle in aquaculture systems. Another alternative that can be used to support the success of cultivation is by adding herbal plants, one of which is temulawak.Temulawak that has been dried is then blended and turned into powder which will be mixed with the feed, then applied to the fish that have been placed on the rearing medium. Temulawak (Curcuma zanhorrhiza) is one of  vegetable ingredients used to increase fish growth. In this study the aims were to determine the effect of giving temulawak powder to the feed on the growth of red tilapia and to find out at what dose giving ginger powder can increase the growth of red tilapia. Feeding mixed with herbal plants can be used to increase weight growth in fish. The research was conducted by experimental method. In this study used red tilapia size 5 – 10 cm in jerry can containers (4 trials each – 6 repetitions) with a total of 5 fish/container. Then the absolute weight growth was calculated at the end of the study. The results of this study indicate that the different doses of temulawak powder have a significant effect on the absolute weight growth of red tilapia. The highest absolute weight growth in this study occurred in the P4 treatment with an absolute weight growth of 9.4 grams. Water quality measurement data during the study took place in the morning temperatures ranged from 27 – 27.5 ºC, afternoon temperatures ranged from 28 – 28.5 ºC ; morning DO ranged from 4 – 4.5 mg/L, afternoon DO ranged from 5 – 5.6 mg/L ; and morning pH ranged from 6 – 6.5 ppt, and afternoon pH ranged from 7 – 7.5 ppt. The importance of applying temulawak powder in rearing media is to boost the absolute weight growth of red tilapia during the rearing period and to maintain water quality so that it remains at the optimum limit for water quality values in aquaculture.Keywords : Absolute weight growth, Temulawak, red tilapia (Oreochromis niloticus)
Pengaruh Variasi Dosis Bakteri Nitrifikasi Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Ichiro Evan Fawwaz; Nurul Hayati; Sumaryam Sumaryam
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.22349

Abstract

ABSTRAKBahan organik dari pakan, plankton mati, dan feses pada budidaya perikanan menyebabkan terjadinya penumpukan senyawa amonia, nitrit dan nitrat, yang pada konsentrasi tertentu bersifat toksik bagi udang. Pada penelitian ini kandungan senyawa dari bahan organik berada pada kondisi optimal dengan adanya bakteri nitrifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dan mencari dosis yang tepat pada pemberian bakteri nitrifikasi khususnya bakteri nitrobacter dan nitrosomonas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Kemudian dilakukan analisis varian satu arah (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (LSD). Pemberian bakteri nitrifikasi dengan berbagai variasi dosis memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot dan pertumbuhan panjang udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pemberian dosis terbaik adalah dosis 2,5 ppm yaitu dengan berat 1,6 gram dan panjang 6,5 cm. Pemberian variasi dosis bakteri nitrifikasi tidak berbeda nyata atau tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang vannamei. Kata Kunci: Litopenaeus vannamei, bakteri nitrifikasiABSTRACTOrganic matter from feed, dead plankton, and feces in aquaculture causes accumulation of ammonia, nitrite and nitrate compounds, at certain concentrations which are toxic to shrimp. In this study the content of compounds from organic materials remained at optimal conditions with nitrifying bacteria. which aims to determine the effect and find the right dose in the administration of nitrifying bacteria, especially nitrobacter and nitrosomonas bacteria. The method used in this study was the experimental method. The research design used a completely randomized design (CRD), with 4 treatments with 6 replications. Then a one way analysis of variance (ANOVA) was carried out to determine the effect of the treatment given on growth and survival rate, followed by the Least Significant Difference Test (LSD). The application of nitrifying bacteria with various dose variations had a significant effect on the weight growth and long growth of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). The best dose at the treatment dose of 2.5 ppm with a weight of 1.6 grams and a length of 6.5 cm. Giving variations in the dose of nitrifying bacteria did not differ significantly or did not have a significant effect on the survival of vannamei shrimp. Keywords: Litopenaeus vannamei, nitrifying bacteria