This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hortuscoler
Nurfadhilla syafri
Politeknik pertanian Negeri payakumbuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN KOMPOS KOMBINASI LIMBAH KULIT KAKAO DAN PUPUK KANDANG AYAM UTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Nurfadhilla syafri
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v4i1.655

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang merupakan jenis tanaman sayuran polong dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Produksi Buncis dapat dioptimalkan dengan cara mengaplikasikan bahan organik padaa lahan tanam salah satunya dengan kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam. Kandungan hara mineral kulit kakao cukup tinggi, khusunya hara Kalium dan Nitrogen. Tujuan dari Proyek Usaha Mandiri ini adalah pemanfaatan kompos limbah kulit kakao untuk mengoptimalkan produksi tanaman kacang buncis serta menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman buncis dengan potensi pasar di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan telah dilakukan selama 4 bulan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Parameter yang diamati adalah total produksi buncis per luas lahan 250 m², serta analisa finansial kelayakan usaha buncis yaitu, total penerimaaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam mampu mengoptimalkan produksi buncis Berdasarkan hasil Proyek Usaha Usaha Mandiri diperoleh produksi buncis sebanyak 532 kg dari 250 m² luas lahan yang digunakan, dengan pendapatan sebesar Rp.1.947.000, dan total biaya yang digunakan sebesar Rp.1.025.300, dan keuntungan sebesar Rp 948.700 dengan RC ratio 1,92 dan profitabilitas 92,5%, BEP harga Rp.1.920/kg, BEP hasil 218,1 kg dan  BEP lahan sebesar 129,8 m².