Hidayati Hidayati
Universitas Islam Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Sikap Tanggung Jawab Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lombok Timur Hidayati Hidayati
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 12 No. 1 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v12i1.7843

Abstract

This article aims to describe the independence of East Lombok MAN IC students in activities both in the dormitory and at school, this is interesting to study because all these activities foster an attitude of deep responsibility so that students make many achievements in the academic and non-academic fields. The research method uses a descriptive qualitative approach. The informants of this research are the Chairperson of LTPM, Curriculum Waka, Caregivers, and students of MAN IC East Lombok. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. While the data analysis technique uses Miles and Hubermans data analysis. The results showed that the attitude of responsibility was shown by students in dormitory activities, both reciting the yellow book, tahfiz Al-Qur'an and practicing speeches carried out independently by fellow students. Likewise in school activities, academically they are disciplined in carrying out learning activities according to the time of entry to completion, discipline in complying with all school rules. In the non-academic field, students participating in competitions inside and outside school are mostly students' own initiatives from seeking information, registering to participating in competitions and practicing together, while the school supports all of these student activities if they require certain training such as the science Olympiad competition. This attitude of responsibility makes MAN IC students independent and accomplished. Keywords: Culture, Attitude, Responsibility Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian siswa MAN IC Lombok Timur dalam kegiatan baik di asrama maupun di sekolah, hal ini menarik untuk diteliti karena semua kegiatan tersebut menumbuhkan sikap tanggung jawab yang mendalam sehingga siswa banyak menorehkan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitaif deskriptif, Informan penelitian ini yaitu Ketua LTPM, Waka kurikulum, Pengasuh, dan siswa MAN IC Lombok Timur, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data Miles dan Hubermans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab ditunjukkan siswa dalam kegiatan asrama baik ngaji kitab kuning, tahfiz Al-Qur’an maupun latihan pidato dilakukan secara mandiri sesame siswa. Demikian juga dalam kegiatan sekolah, secara akademik mereka disiplin melakukan aktifitas pembelajaran sesuai dengan waktu masuk sampai selesai, disiplin mematuhi semua tata tertib sekolah. Dalam bidang non akademik siswa mengikuti lomba di dalam maupun luar sekolah sebagian besar merupakan inisatif siswa sendiri dari mencari informasi, mendaftar sampai mengikuti lomba dan berlatih bersama, sedangkan pihak sekolah mensuport dengan baik semua kegiatan siswa tersebut jika memerlukan pelatihan tertentu seperti lomba olimpiade sains. Sikap tanggung jawab ini menjadikan siswa MAN IC yang mandiri dan berprestasi Kata kunci: Budaya, Sikap, Tanggung Jawab
Budaya Sikap Tanggung Jawab Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lombok Timur Hidayati Hidayati
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 1 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the independence of East Lombok MAN IC students in activities both in the dormitory and at school, this is interesting to study because all these activities foster an attitude of deep responsibility so that students make many achievements in the academic and non-academic fields. The research method uses a descriptive qualitative approach. The informants of this research are the Chairperson of LTPM, Curriculum Waka, Caregivers, and students of MAN IC East Lombok. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. While the data analysis technique uses Miles and Hubermans data analysis. The results showed that the attitude of responsibility was shown by students in dormitory activities, both reciting the yellow book, tahfiz Al-Qur'an and practicing speeches carried out independently by fellow students. Likewise in school activities, academically they are disciplined in carrying out learning activities according to the time of entry to completion, discipline in complying with all school rules. In the non-academic field, students participating in competitions inside and outside school are mostly students' own initiatives from seeking information, registering to participating in competitions and practicing together, while the school supports all of these student activities if they require certain training such as the science Olympiad competition. This attitude of responsibility makes MAN IC students independent and accomplished. Keywords: Culture, Attitude, Responsibility Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian siswa MAN IC Lombok Timur dalam kegiatan baik di asrama maupun di sekolah, hal ini menarik untuk diteliti karena semua kegiatan tersebut menumbuhkan sikap tanggung jawab yang mendalam sehingga siswa banyak menorehkan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitaif deskriptif, Informan penelitian ini yaitu Ketua LTPM, Waka kurikulum, Pengasuh, dan siswa MAN IC Lombok Timur, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data Miles dan Hubermans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab ditunjukkan siswa dalam kegiatan asrama baik ngaji kitab kuning, tahfiz Al-Qur’an maupun latihan pidato dilakukan secara mandiri sesame siswa. Demikian juga dalam kegiatan sekolah, secara akademik mereka disiplin melakukan aktifitas pembelajaran sesuai dengan waktu masuk sampai selesai, disiplin mematuhi semua tata tertib sekolah. Dalam bidang non akademik siswa mengikuti lomba di dalam maupun luar sekolah sebagian besar merupakan inisatif siswa sendiri dari mencari informasi, mendaftar sampai mengikuti lomba dan berlatih bersama, sedangkan pihak sekolah mensuport dengan baik semua kegiatan siswa tersebut jika memerlukan pelatihan tertentu seperti lomba olimpiade sains. Sikap tanggung jawab ini menjadikan siswa MAN IC yang mandiri dan berprestasi Kata kunci: Budaya, Sikap, Tanggung Jawab
Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam Hidayati Hidayati
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to answer the question of moderation in Islamic education, how the concept and implementation are. The research method used is a literature study approach with data analysis using meta-analysis. The results of the research analysis show that moderation in religion is an attitude and effort to make religion as a basis and principle to always avoid extremism (radicalism) and always look for a middle ground to unite all elements of society, nation, and state. While the indicators of moderation in religion consist of four indicators, namely: 1. National commitment 2. Tolerance 3. Anti-violence 4. Appreciation of local culture. Then in practice in Islamic education, moderation in religion must consider the following things: first, an interdisciplinary approach, second, the contextualization of Islamic messages. If moderation in religion is applied in madrasahs, it is very suitable because moderation (wasatiyyah) can be understood as a balance between strong beliefs and tolerance. Madrasahs are seen as one of the Islamic educational institutions that have relatively succeeded in instilling moderate Islam. Similarly, as pesantren as an Islamic educational institution begins to indicate the possibility of the emergence of radical ideas, then direct actualization can be carried out in the context of a multicultural society: First, making educational institutions as the basis of the laboratory of moderation in religion. Second, the approach of socio-religious moderation in religion and state. Keywords: Multicultural Society, Religious Moderation, Islamic Education Tulisan ini bertujuan untuk menjawab persoalan tentang moderasi beragama dalam Pendidikan Islam, bagaimanah konsep dan pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian studi pustaka dengan analisis data menggunakan meta analisis. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan sikap serta upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip agar selalu menghindarkan diri dari sikap yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah menyatukan semua elemen masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan indicator moderasi beragama terdiri dari empat indicator yakni: 1. Komitmen kebangsaan 2. Toleransi 3. Anti kekerasan 4. Peghargaan terhadap budaya lokal. Kemudian pada praktiknya dalam Pendidikan Islam, moderasi beragama harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini: pertama, Pendekatan interdisipliner, kedua, kontekstualisasi pesan-pesan Islam. Jika moderasi beragama diterapkan di madrasah sangat cocok karena moderasi (wasatiyyah) dapat dipahami sebagai keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi. Madrasah dipandang sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang relatif berhasil menanamkan Islam yang moderat. Sama halnya dengan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam mulai terindikasi kemungkinan munculnya paham radikal, maka aktualisasi secara langsung dapat dilakukan dalam konteks masyarakat multikultural: Pertama, menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis laboratorium moderasi beragama. Kedua, pendekatan moderasi sosio-religius dalam beragama dan bernegara. Kata kunci: Masyarakat Multikultural, Moderasi Beragama, Pendidikan Islam