Irsyad Sudirman
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis pembentukan daerah otonom baru Budi Mulyadi; Irsyad Sudirman; Imam Muazansyah
FORUM EKONOMI Vol 25, No 3 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v25i3.13426

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis kelayakan pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tanjung Selor apabila ditinjau dari kriteria dan syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku, (2) menganalisis perencanaan yang disusun dalam pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tanjung Selor, dan (3) menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tanjung Selor. Dalam penelitian ini, pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan khususnya di Tanjung Selor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Daerah Otonom Baru KotaTanjung Selor apabila ditinjau dari kriteria dan syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku maka dapat diketahui bahwa pembentukan Daerah Otonom Baru KotaTanjung Selor sudah cukup memenuhi syarat. Dalam pembentukan pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tanjung Selor, syarat admnistratif dan teknis sudah banyak yang terpenuhi. Adapun faktor pendukung yang dikemukakan dalam kajian evaluasi kelayakan Kota Tanjung Selor sebagai daerah otonom baru adalah: (1) faktor historis, geografis, dan demografis, (2) faktor ekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi, potensi ekonomi, dan keuangan daerah, dan (3) faktor sosial dan politik yang meliputi keamanan, kohesivitas, partisipasi politik dan organisasi kemasyarakatan. Faktor penghambat yang masih dirasakan dalam pembentukan Daerah Otonom Baru Kota Tanjung Selor adalah kurangnya syarat fisik kewilayahan yang menuntut harus ada minimal 4 kecamatan dalam pembentukan kotamadya.