Berdasarkan observasi awal peneliti yang disini sekaligus berperan sebagai kepala sekolah, guru-guru di SMP Negeri 8 Palangka Raya masih kebingungan dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap siswa, Padahal analisis soal ulangan adalah hal yang penting sekali. Oleh karenanya, peneliti disini yang sekaligus berperan sebagai kepala sekolah hendak meningkatkan kompetensi guru dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap melalui workshop. Hal ini tentu bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru, untuk meningkatkan kinerja guru dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas semua guru, disamping itu juga guru diminta mengisi daftar kehadiran yang diisi setiap hari untuk mengetahui jam keberangkatan dan kepulangan dalam kegiatan workshop dari semua guru di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Kemudian mendokumentasikan hasil pengamatan tersebut. Pada pra siklus peneliti baru mengamati seberapa besar Kompetensi guru dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap dan ternyata hasilnya sangat rendah yakni mendapat skor rata-rata Cuma 4,75 artinya Kompetensi guru dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap kurang baik. Di lihat dari hasil observasi ada peningkatan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus I, dimana hasil skor rata-rata observasi pra siklus hanya mencapai skor 4,75 sementara pada siklus I mencapai 9,15 yang artinya kompetensi guru dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap baik. Selanjutnya pada siklus II hasil observasi mencapai skor 11,2 artinya Kompetensi guru dalam menganalisis soal ulangan dan daya serap sangat baik.