Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Politics of Islamic Education During the Old Order Faisal Caniago; Sehat Sultoni Dalimunthe
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 2 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v2i7.5214

Abstract

This paper explains how the politics of Islamic education occurred during the Old Order. Presented how the development of Islamic education in Indonesia. Government policies specifically in the implementation of Islamic education tend to change from time to time, both related to a number of religious education policies in schools, religious education policies in madrasas, and also in Islamic tertiary institutions
Ilmu: Sains Modren Dan Sains Barat Sehat Sultoni Dalimunthe; Sulaiman Akbar Lubis; Dian Abdillah Sihombing; Santomi Siregar
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu dalam perspektif sains modern dan sains Barat serta implikasinya terhadap perkembangan pengetahuan. Permasalahan utama penelitian ini terletak pada perbedaan paradigma antara sains modern yang berkembang saat ini dengan sains Barat sebagai fondasi historisnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui kajian berbagai buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sains modern merupakan kelanjutan dari sains Barat yang berkembang melalui pendekatan rasional, empiris, dan penggunaan metode ilmiah. Sains Barat berperan penting dalam membangun dasar epistemologi ilmu pengetahuan, khususnya dalam pemisahan antara fakta ilmiah dan nilai metafisik. Namun, dalam perkembangannya, sains modern mulai mengarah pada pendekatan yang lebih integratif dengan mempertimbangkan aspek etika, budaya, dan spiritualitas. Dominasi paradigma Barat dalam sains modern turut membentuk cara pandang global terhadap ilmu pengetahuan, meskipun juga memunculkan kritik dan upaya rekonstruksi ilmu yang lebih kontekstual dan inklusif. This study aims to analyze the concept of science from the perspectives of modern science and Western science, as well as its implications for the development of knowledge. The main issue of this research lies in the paradigm differences between contemporary modern science and Western science as its historical foundation. The method used is qualitative research with a library research approach, involving the review of various books, scientific articles, and relevant journals. The results show that modern science is a continuation of Western science, which has developed through rational, empirical approaches and the use of scientific methods. Western science plays a crucial role in establishing the epistemological foundation of knowledge, particularly in separating scientific facts from metaphysical values. However, in its development, modern science has begun to move toward a more integrative approach by considering ethical, cultural, and spiritual aspects. The dominance of Western paradigms in modern science has also shaped the global perspective on knowledge, although it has given rise to criticism and efforts to reconstruct a more contextual and inclusive scientific framework.
Fondasi Filosofis Ilmu Pengetahuan: Menelaah Relasi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi dalam Kerangka Berpikir Akademik Kontemporer Sehat Sultoni Dalimunthe; Imam Armadani Harahap; Raudhotul Azkiya; Annisa Almutiah Harahap; Miranda Harahap; Isma Miftahul Zannah Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39933

Abstract

Kajian ini menggali secara mendalam tiga pilar utama fondasi filosofis ilmu pengetahuan, yakni ontologi sebagai disiplin yang menyelidiki hakikat ada dan realitas, epistemologi sebagai teori pengetahuan yang mempersoalkan sumber dan validitasnya, serta aksiologi yang mengkritisi nilai dan tujuan ilmu dalam kehidupan nyata. Ketiganya bukan sekadar kategori terpisah dalam buku teks filsafat; justru sebaliknya, mereka saling menopang dalam satu bangunan epistemik yang sekaligus kokoh dan dinamis. Melalui pendekatan analisis literatur filosofis-hermeneutik dengan memanfaatkan sumber-sumber terkini dari periode 2021 hingga 2025, kajian ini menelusuri bagaimana relasi antarkabang filsafat tersebut membentuk kerangka berpikir akademik yang tidak hanya valid secara logis, melainkan juga bertanggung jawab secara etis dan kontekstual. Temuan utama menunjukkan bahwa fragmentasi di antara tiga dimensi ini menjadi pangkal dari berbagai krisis epistemik dalam praktik keilmuan modern, termasuk dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Dalimunthe (2023) menegaskan bahwa filsafat ilmu pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis secara koheren agar ilmu tidak kehilangan ruh dan arahnya. Tanpa fondasi ontologis yang mantap, epistemologi menjadi buta; tanpa epistemologi yang solid, aksiologi kehilangan pijakan rasionalnya. Integrasi ketiga elemen ini bukan sekadar ideal akademik, melainkan keharusan metodologis yang mendesak.