Kusuma Wulandari
Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MASALAH DAN REKOMENDASI BANTUAN SOSIAL : STUDI KASUS PROGRAM BANTUAN SOSIAL KOMPENSASI BBM DI KABUPATEN JEMBER Franciscus Adi Prasetyo; Nur Dyah Gianawati; Kusuma Wulandari; Wahyuni Mayangsari; Saridewi Purwantini
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.45720

Abstract

Bantuan langsung tunai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak adalah bantuan sosial pemerintah yang ditujukan bagi keluarga miskin untuk melindungi masyarakat kurang mampu dari potensi inflasi pasca kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak dalam negeri. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan implementasi bantuan sosial di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di 25 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hasil penelitian ini adalah, pertama, terkait dengan data ditemukan ketidaksinkronan antara data desa dengan data pemerintah pusat, sebab walaupun pihak desa telah melakukan pembaharuan data, namun yang dikirimkan adalah data DTKS lama; kedua, masalah terkait distribusi bantuan sosial ditemukan adanya penerima bantuan sosial ganda, keluarga yang namanya tercantum pada sistem DTKS, tetapi tidak menerima undangan, keluarga mampu menjadi penerima manfaat, perubahan domisili akibat pemekaran wilayah, warga yang meninggal dunia masih terdaftar sebagai penerima manfaat, dan pemotongan uang bantuan; dan, ketiga, rekomendasi yang disampaikan adalah perlunya dilakukan pembaharuan data berkesinambungan serta penetapan kritera yang tegas bahwa prioritas utama penerima bantuan sosial adalah warga tidak mampu yang belum pernah menjadi penerima manfaat. Kesimpulan yang diperoleh bahwa akurasi data penerima bantuan sosial menjadi elemen utama untuk memastikan setiap keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan yang sama sebagai penerima manfaat.