Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Belanja dan Penerimaan Daerah dalam Peningkatan Perekonomian Daerah Provinsi Riau Helmi, Achmad
Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/reaksi.v7i2.2610

Abstract

-
KAJIAN EKONOMI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PENGENDALIAN MUATAN LEBIH KENDARAAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS PROVINSI RIAU DAN JAWA TENGAH) Helmi, Achmad
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 3 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.091 KB)

Abstract

Masalah muatan lebih angkutan umum khusunya jenis truck, merupakan masalah yang selalu ditemui dibanyak daerah di seluruh Indonesia, dan masalah tersebut terkesan selalu berulang kejadiannya, dan terkesansulit untuk dapat diatasi secara tuntas. Dengan terbitnya beberapa Peraturan Daerah di banyak Provinsi diIndonesia dalam rangka memecahkan masalah muatan lebih tersebut; memberikan indikasi betapa tidakmudahnya memecahkan masalah muatan lebih. Hampir di semua negara (kecuali Qatar) selalu menerapkanbatasan muatan bagi kendaran umum (khususnya truck) dengan batasan tertentu. Sebagian besar negaratidak ada yang memberikan kebebasan terhadap muatan kendaran angkutan barang. Dan ini berlakudibanyak Negara baik Negara miskin maupun Negara kaya. Keadaan ini memberikan nuansa bahwa muatanlebih atau overload pada dasarnya harus selalu diupayakan untuk dibatasi atau dihindari dan paling tidakdikendalikan. Dari pengamatan beberapa Peraturan Daerah yang berhasil dihimpun, menunjukkan bahwakebijaksanaan yang tercatum dalam Peraturan Daerah tersebut beraneka ragam yang kadang-kadang sulituntuk dimengerti ketepatan latar belakang terbitnya Peraturan Daerah yang sudah ditebitkan tersebut.
REFORMULATING CAPITAL STRUCTURE THEORIES IN THE CONTEXT OF ISLAMIC CORPORATE FINANCE: A MAQASID AL‑SHARIAH APPROACH Helmi, Achmad; Susanti, Devy; Ardhiansyah, Fajar; Sagatha, Fitri; Rodoni, Ahmad
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i1.19101

Abstract

Struktur modal adalah aspek fundamental dalam keuangan perusahaan yang menentukan keseimbangan antara utang dan ekuitas untuk mendukung operasional dan pertumbuhan. Teori-teori tradisional seperti trade-off, pecking order, dan agency theory telah menjelaskan perilaku pendanaan berdasarkan efisiensi ekonomi, tetapi cenderung melupakan aspek etika dan sosial. Dalam konteks keuangan Islam, keputusan pendanaan harus sesuai dengan prinsip syariah yang menolak riba, gharar, dan maysir, serta berfokus pada kemaslahatan melalui maqasid al-shariah. Tulisan ini bertujuan untuk merumuskan kembali teori struktur modal dari sudut pandang keuangan Islam dengan pendekatan maqasid al-shariah. Penelitian ini bersifat konseptual dan normatif melalui kajian pustaka, analisis prinsip maqasid, serta contoh numerik yang membandingkan antara struktur pendanaan tradisional dan model musyarakah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqasid mengharuskan perubahan dalam tujuan perusahaan dari sekadar memaksimalkan nilai pasar menjadi memaksimalkan kemaslahatan yang mencakup efisiensi ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kepatuhan terhadap syariah. Implikasinya, perusahaan berbasis syariah diwajibkan untuk mengembangkan tata kelola, instrumen pembiayaan, serta indikator kinerja yang merefleksikan dimensi maqasid. Reformulasi ini diharapkan dapat memperkuat landasan teoretis keuangan korporat Islam sekaligus memberikan arahan bagi kebijakan pendanaan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
PHYSICAL VS. DIGITAL SAFE HAVENS IN EMERGING ISLAMIC MARKETS: A COMPARATIVE ANALYSIS OF GOLD, COMMODITIES, AND CRYPTO ASSETS IN INDONESIA, MALAYSIA, AND TURKEY Setiawan, Gandy; Sari, Magita; Helmi, Achmad; Rodoni, Ahmad
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i1.19372

Abstract

This study investigates the safe-haven properties of physical assets (Gold, Commodities) versus digital assets (Crypto, Shariah-compliant Tokens) for Islamic equity markets in Indonesia, Malaysia, and Turkey during the 2020–2025 monetary tightening era. Utilizing weekly data, the study employs Dummy Augmented Regression and Portfolio Weight Optimization to isolate asset correlations during extreme market downturns and simulate hedging effectiveness. The results reveal a "Shariah Crypto Paradox," where Shariah-compliant tokens fail to provide stability and instead act as risk amplifiers. Similarly, Gold fails as a safe haven due to monetary-induced contagion. Conversely, real commodities (CPO/Soybean) demonstrate superior defensive qualities, validating the "natural hedge" hypothesis for producer nations. This research challenges the "Digital Gold" narrative by empirically proving that Shariah compliance in crypto does not mitigate market volatility. It proposes a "Satellite Strategy" focusing on real commodities over digital assets for Islamic portfolio resilience.