Keterampilan menulis menurut Rosidi (2009:2-3) merupakan sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Menulis merupakan kegiatan untuk menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menulis merupakan kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis agar bisa dipahami oleh pembaca dan seorang penulis harus memerhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya. Begitu juga dalam menulis teks prosedur, teks prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks prosedur biasanya terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah tertentu. Didalam teks prosedur terdapat kata imperatif atau kata perintah untuk melakukan apa yang dibahas pada teks agar si pembaca melakukan apa yang diperintahkan pada isi teks tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VII-E SMP Negeri 3 Pasarkemis masih belum maksimal. Hasil tes awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil menulis teks prosedur siswa masih rendah. Hal ini diketahui 75% siswa belum mencapai KKM, hanya 25% siswa yang sudah mencapai KKM dan mampu menulis teks prosedur sesuai dengan langkah-langkah menulis teks prosedur. Dari hasil tes menulis teks prosedur menunjukkan bahwa siswa kurang memahami materi tentang langkah-langkah menulis teks prosedur