Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Kids Game Pada Anak Usia Dini di Yayasan Cahaya Prima Menggunakan Metode Webqual 4.0 Sapari, EndangSetyo; Hardiyan, Hardiyan
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v5i2.5136

Abstract

Abstrak - Pendidikan di era digital saat ini memanfaatkan berbagai teknologi, salah satunya adalah aplikasi edukasi. Aplikasi edukasi seperti Kids Game menawarkan fitur menarik yang dapat membantu proses belajar mengajar, khususnya bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna aplikasi Kids Game terhadap minat belajar anak usia dini.Metode penelitian kuantitatif dengan Webqual 4.0 digunakan untuk mendapatkan data yang objektif dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Kids Game memiliki nilai uji yang signifikan atau positif pada dimensi kualitas informasi, kualitas layanan, dan kualitas pengalaman pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Kids Game dapat meningkatkan minat belajar anak usia dini melalui penyampaian informasi yang edukatif, kemudahan penggunaan aplikasi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Tranformasi Kreatif AI Menggunakan Canva dalam Pembuatan Gambar Inovatif bagi Anak Asuh Yayasan As-Syamsuriah Septiani, Noer Azni; Hardiyan, Hardiyan; Fridayanthie, Eka Wulansari; Kusumaningrum, Aliffah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6109

Abstract

Pelatihan Transformasi kreatif artificial intelligence (AI) di pengabdian Masyarakat menggunakan Canva memberikan pengaruh baik pada kemampuan anak asuh Yayasan As-Syamsuriah dalam pembuatan gambar inovatif. Pelatihan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan keterampilan dan wawasan baru, bagaimana membuat gambar yang inovatif dan menarik dengan AI menggunakan canva. Keterampilan menggambar merupakan salah satu hal penting dalam pembelajaran untuk anak-anak. agenda pelatihan ini meliputi praktek penggunaan AI dalam Canva untuk membuat atau merancang gambar yang berkualitas, dan juga gambar yang inovatif. Metode yang diimplementasikan berupa sesi workshop, sesi praktik secara langsung, dan Latihan untuk mengevaluasi kemampuan anak-anak dalam menerapkan ilmu yang diperoleh. Hasil dari pengabdian masyarakat untuk anak asuh Yayasan As-Syamsuriah ini memperlihatkan adanya pengembangan yang cukup besar dalam kualitas pengetahuan anak-anak tentang pembuatan gambar inovatif artificial intelligence(AI)dengan menggunakan canva, meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak-anak. Dengan adanya acara ini berharap bisa membuat model pelatihan yang berkelanjutan agar dapat memberikan partisipasi positif tentang ekspansi keahlian anak-anak dalam membuat gambar AI dengan canva.
Dinamika Hukum Adat: Eksistensi dan Validitas Kesepakatan Adat dalam Perkawinan Masyarakat Ammatoa Kajang Andi Bau Malarangeng; Andi Djemma, Siardin; Hardiyan; Budiyamin
Legal Journal of Law Vol 5 No 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67032/ljl.v5i1.169

Abstract

This study aims to analyze the existence of customary agreements in marriages among the Ammatoa Kajang indigenous people and the factors that influence them. The research method used is normative and empirical legal research with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through interviews, field observations, and library studies of laws and regulations as well as customary law literature. The results of the study indicate that customary agreements in marriages among the Ammatoa Kajang indigenous people still exist and are implemented based on Pasang ri Kajang as a guideline for community life. Customary agreements regulate the stages of marriage, requirements for prospective brides and grooms, and obligations of both parties and are prioritized over state law provisions, particularly regarding age limits and marriage registration. The research findings indicate that there are still marriages that are legally valid according to custom but are not administratively registered. Factors that influence the existence of customary agreements include the lack of socialization of state law, the strength of Pasang ri Kajang, the existence of customary sanctions as a means of social control, and the value of siri (self-esteem) that is highly upheld by the community. The implications of this study indicate the need for harmonization between customary law (living law) and state law to achieve legal certainty without eliminating the cultural values ​​of indigenous communities