Ratih Kurniasari
Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang : Birth Weight, Ownership of National Health Insurance, Smoking Habits of Parents, with Stunting Toddlers at the Anggadita Health Center Nur Laili Fairuza; Millyantri Elvandari; Ratih Kurniasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3687

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut juga bentuk gangguan pertumbuhan linear yang terjadi pada anak-anak, diantaranya mempunyai masalah gizi kronis akibat morbiditas, penyakit infeksi dan masalah lingkungan. Berat lahir merupakan berat badan bayi baru lahir pada saat kelahiran yang ditimbang pada saat satu jam setelah lahir. Anak yang terkena stunting sejak usia dini hingga usia 5 tahun akan sulit diperbaiki sehingga akan berlanjut hingga dewasa. Selain itu, faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhan anak salah satunya paparan polusi yang berasal dari asap rokok. Paparan asap rokok menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita karena nikotin dari paparan asap rokok mengganggu penyerapan mineral dan vitamin, selain itu rokok juga dapat mengurangi belanja keluarga khususnya belanja pangan. Selain itu kesehatan anak maupun ibu merupakan indikator penting untuk melihat derajat kesehatan. Untuk mendukung hal tersebut, di dalam Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional tertulis, setiap masyarakat berhak atas jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar yang layak. Akses pelayanan kesehatan yang mudah akan memudahkan ibu untuk mengontrol tumbuh kembang anak secara rutin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, diantaranya yaitu Berat Lahir Bayi, kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 66 responden penelitian adalah balita stunting dengan rentang usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan pada Maret-April 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk menguji hubungan antara variabel terikat yaitu stunting dengan variabel bebas yaitu kepemilikan JKN, Kebiasaa merokok dan BBLR. Hasil: Penelitian menemukan hubungan Kepemilikan JKN dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,049<0,05, ) dan terdapat hubungan antara variabel kebiasaan merokok dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,012<0,05). Tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,591>0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemilikan JKN pada anak dapat mempengaruhi kejadian stunting. Selain itu, kebiasaan merokok pada anggota rumah tangga terutama ayah dapat mempengaruhi kejadian stunting. Namun, tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Tingkat Screen Time dan Asupan Zat Gizi dari Snacking dengan Status Gizi Remaja di SMK Negeri 3 Karawang: Level of Screen Time and Intake of Nutrients from Snacking with Nutritional Status of Adolescents at SMK Negeri 3 Karawang Vena Anggie Afilia; Milliyantri Elvandari; Ratih Kurniasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.3921

Abstract

Latar belakang: Perubahan gaya hidup remaja saat ini memiliki kebiasaan untuk menghabiskan waktu dalam menggunakan smartphone atau kegiatan menetap di depan layar (screen time) yang hanya mengeluarkan sedikit energi. Paparan screen time juga dapat menimbulkan kebiasaan untuk mengonsumsi snacks, hal ini menjadi penyebab ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan dikeluarkan oleh tubuh yang dapat berpotensi terjadinya kenaikan berat badan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat screen time dan asupan snacking dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 207 orang. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat screen time dalam menggunakan laptop/komputer (p value = 0,046) dan tingkat screen time dalam bermain handphone (p value = 0,012) dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang. Namun, tidak terdapat hubungan tingkat screen time dalam menonton televisi (p value = 0,164) dan bermain console game (p value = 0,515) dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang. Terdapat hubungan asupan energi, lemak dan karbohidrat yang terdapat pada camilan (snacking) dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang (p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan asupan protein dengan status gizi di SMK Negeri 3 Karawang (p value = 0,054). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan asupan energi, lemak dan karbohidrat dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang. Akan tetapi, tidak terdapat hubungan asupan protein dan tingkat screen time dengan status gizi remaja di SMK Negeri 3 Karawang.