Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL PENUMPANG KM THALIA RUTE PARE-PARE-NUNUKAN Rahman Raising
Pena Jangkar Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v3i1.55

Abstract

Di Indonesia, keselamatan maritim tetap menjadi salah satu isu terpenting karena kecelakaan pelayaran terus terjadi. Kapal merupakan suatu alat angkut transportasi yang sangat vital untuk mengangkut barang dan penumpang, Adapun yang dimaksud dengan keselamatan pelayaran adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan, baik material, konstruksi, bangunan, permesinan, perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan kapal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengindentifikasi peralatan keselamatan kerja beserta jumlah yang dimiliki dan disesuaikan dengan Permen Perhubungan Nomor 61 Tahun 20019 tentang kelaiklautan kapal penumpang kecepatan tinggi berbendera Indonesia. Untuk menjamin keselamatan kapal, diperlukan proses pemeliharaan atau maintenance pada seluruh alat keselamatan kapal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk analisis keselamatan pelayaran kapal penumpang KM Thalia rute Pare-pare-Nunukan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan keadaan obyek penelitian untuk mengungkapkan masalah atau fakta yang ada secara sistimatis, factual, akurat, serta sifatsifat dan hubungan antar fenomena yang diselidiki. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur atau menguji data sehingga menghasilkan jawaban dari identifikasi masalah. Keselamatan jiwa di laut tidak bergantung dari kapal, awak kapal maupun peralatannya, Sumber daya manusia (SDM) awak kapal terutama nakhoda memiliki peran penting dalam keselamatan dan keamanan pelayaran. Keberhasilan pengangkutan atau pelayaran melalui laut tidak terlepas dari peranan nakhoda yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan rasa tanggung jawab yang besar serta menyeluruh ketika menjalankan tugasnya. Nakhoda merupakan salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan tertinggi di kapal yang memiliki wewenang dan tanggung jawab tertentu, secara otomatis nakhoda mengemban tanggung jawab yang berat atas kapal, awak kapal, muatan dan atau penumpang dalam penyelenggaraan pengangkutan, Kesiapan peralatan-peralatan tersebut untuk digunakan sewaktu-waktu dan bagaimana pemeliharaan alat-alat keselamatan tersebut dengan tepat, khususnya dalam keadaan darurat. Diantaranya Sekoci penolong (life boat ), Rakit penolong (Liferaft), Rompi Penolong (Life Jacket). Seluruh crew kapal melaksanakan tugas dengan baik sehingga alat keselamatan siap digunakan apabila terjadi keadaan bahaya
Penanganan Kecelakan Kerja Crew di Kapal MT Pribumi Rahman Raising; Engelberth Victory Mamusung; Rahmat Hidayat; Jamaluddin Jamaluddin; Ratnawati Raising
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5091

Abstract

The maritime industry carries a crucial role in the global economy, serving as the lifeline for transporting goods between countries. However, despite its vital role, the industry continues to grapple with serious work safety issues. Accidents on board ships are a persistent problem that can result in fatal consequences, ranging from severe physical injury to the loss of lives of seafarers who risk themselves at sea. The unique and often challenging working environment on board ships contributes to the complexity of these risks. This research aims to identify the factors causing work accidents on the MT Pribumi vessel and analyze strategies for addressing them. The research method used is a qualitative descriptive approach through direct observation of the crew at work, in-depth interviews with the crew and safety officers, and a literature review of previous research on maritime safety. The results show that work accidents are generally caused by a lack of compliance with safety standards, insufficient safety training, high-risk working environmental conditions, and inadequate supervision. Recommended prevention strategies include the implementation of a stricter permit to work system, the utilization of technology such as virtual reality in safety training, the improvement of safety awareness and culture, and more intensive supervision. The effective implementation of these integrated strategies is expected to significantly reduce the number of work accidents and create a safer working environment for the crew on board ships.