Iklima Ritmiani
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KEBERSYUKURAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA UIN AR-RANIRY KULIAH SAMBIL BEKERJA Iklima Ritmiani
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 18, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.18.2.201-212

Abstract

Saat ini banyak mahasiswa menjalani perkuliahan sambil bekerja. Hal ini satu sisi menjadi bonus bagi mahasiswa karena mendapatkan pengalaman dan penghasilan, namun tak sedikit yang merasa tidak sejahtera karena sulit mengatasi tantangan yang dihadapi. Untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, salah satu faktor yang berperan adalah kebersyukuran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa UIN Ar-raniry yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional product moment. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gratitude Questionnaire – 6 (GQ-6) oleh Emmons, McCulough dan Tsang dan skala kesejahteraan psikologis oleh Ryff. Penelitian ini dilakukan pada 201 orang mahasiswa UIN Ar-raniry yang kuliah sambil bekerja. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan  koefisien korelasi r = 0.436 dengan p = 0.000 yang menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, sehingga terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa UIN Ar-raniry yang kuliah sambil bekerja, artinya semakin tinggi kebesyukuran maka semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan psikologis yang dirasakan mahasiswa, sebaliknya semakin rendah kebersyukuran maka semakin rendah kesejahteraan psikologis yang dirasakan mahasiswa.