Abdul Chairy
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir di RSUD Cengkareng: Kajian Gambaran Berdasarkan Usia Kehamilan dan BBLR Abdul Chairy; Siti Jumhati; Athifah Putri Sulistio
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1831

Abstract

Bayi baru lahir (BBL) merupakan golongan umur dengan risiko gangguan kesehatan tertinggi. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami BBL adalah hiperbilirubinemia, yaitu kondisi kadar bilirubin dalam darah bayi yang tinggi. Hiperbilirubinemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan bilirubin total dengan metode Diazo sulfanilat pada alat Architect c4000 di RSUD Cengkareng sebanyak 62 responden periode Januari-Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bilirubin total pada BBL di RSUD Cengkareng sebagian besar tinggi, yaitu sebesar 77%. Berdasarkan usia kehamilan, kadar bilirubin total mayoritas melebihi nilai normal pada BBL dengan usia kehamilan 37 minggu (65%) dan 37-42 minggu (83%). Berdasarkan berat badan lahir rendah (BBLR), kadar bilirubin total mayoritas di atas batas normal (67%). Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 60% BBL di RSUD Cengkareng mengalami hiperbilirubinemia. Hal ini perlu menjadi perhatian karena hiperbilirubinemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kernikterus.
Analisis Implementasi Program Pelayanan Antenatal Terpadu di Klinik Pratama Dokter Abdul Radjak DKI Jakarta Abdul Chairy; Siti Jumhati; Ni Deni Dharmayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1867

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan data terakhir mencatat AKI sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Upaya asuhan antenatal menjadi kunci utama dalam mengurangi angka kematian ibu dan mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah diterapkan di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2016 melaporkan tingkat angka kematian maternal (Maternal Mortality Rate/MMR) di negara berkembang yang sangat tinggi, mencapai sekitar 415/100.000 kelahiran hidup, yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara Eropa dan negara maju. WHO juga mencatat bahwa sekitar setengah juta perempuan meninggal setiap tahunnya akibat kehamilannya, dan 99% dari kematian ini terjadi di negara-negara berkembang. Sebanyak 75% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetri langsung, termasuk perdarahan, hipertensi, sepsis, aborsi, emboli, dan penyebab lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan berbagai informan seperti Koordinator Klinik Pratama, Kepala Klinik Pratama, pemegang program KIA, Bidan, dan ibu hamil. Pendekatan cross sectional digunakan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, FGD, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan melibatkan 20 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu di Klinik Pratama Dr. Abdul Radjak cukup baik, dengan sumber daya manusia bidan yang telah mengikuti pelatihan pelayanan antenatal Terpadu. Kata Kunci : analisis, klinik pratama, pelayanan antenatal terpadu