Mustikasari Mustikasari
Faculty of Nursing University Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT KEPUASAN PERUBAHAN PROSES PEMBELAJARAN SECARA DARING PADA MAHASISWA DI MASA COVID-19 Apridina Syahira; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i2.469

Abstract

ABSTRAKPandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) yang terjadi saat ini menimbulkan berbagai macam dampak bagi masyarakat. Pada bidang pendidikan, dampak yang ditimbulkan adalah adanya perubahan pada proses pembelajaran yang dilakukan secara daring. Tujuan: mengetahuihubungan tingkat stres dengan tingkat kepuasan perubahan proses pembelajaran secara daring pada mahasiswa di masa Covid-19. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Kriteria inklusinya mahasiswa aktif S-1 Reguler FIK UI angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020 dan bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling, dengan sampel sebanyak 218 mahasiswa. Kuesioner menggunakan Student Stress Iventory untuk mengukur tingkat stres, dan kuesioner tingkat kepuasan pada pembelajaran daring yang dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara tingkat stres dengan tingkat kepuasan perubahan proses pembelajaran secara daring pada mahasiswa di masa Covid-19 (p = 0,030), terutama yang berhubungan tingkat stres akademik dengan tingkat kepuasan perubahan proses pembelajaran secara daring pada mahasiswa di masa Covid-19 (p = 0,001). Diskusi: Perubahan proses pembelajaran secara daring pada mahasiswa di masa Covid-19 dapat menurunkan tingkat kecemasan sehingga berdampak terhadap kepuasan mahasiswa selama pembelajaran secara daring. Kesimpulan: Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi berbagai pihak terkait pembelajaran secara daring. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penyediaan layanan konseling online bagi mahasiswa untuk mengatasi permasalahan akademik dan cara penyelesaian masalahnya.Kata Kunci : Covid-19, kepuasan, mahasiswa, pembelajaran daring, perubahan, mahasiswa  Correlation Between Stress Levels and Satisfaction with Online Learning Process Changes in Students During COVID-19 ABSTRACT         The current Coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic has brought about various impacts on society. One of the resulting impacts on education is the changes to online learning processes. Objective: To identify the correlation between stress levels and satisfaction with changes in online learning processes among students during the COVID-19 pandemic. Methods: This research employed a quantitative research design with a cross-sectional methodological approach. Inclusion criteria included active undergraduate students of the regular undergraduate program at the Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, enrolled in the 2017, 2018, 2019, and 2020 intakes who were willing to participate as respondents. The sample was selected using proportional random sampling, totaling 218 students. The research employed the Student Stress Inventory questionnaire to measure stress levels and a satisfaction questionnaire for online learning changes, which were analyzed using the chi-square test. Results: The research found a significant correlation between stress levels and satisfaction with changes in online learning processes among students during the COVID-19 pandemic (p = 0.030), particularly concerning academic stress levels and satisfaction with changes in online learning processes among students during the COVID-19 pandemic (p = 0.001). Discussion: The changes to online learning processes during the COVID-19 pandemic can reduce anxiety levels, thereby impacting student satisfaction with online learning. Conclusion: This research can serve as an evaluation basis for various stakeholders involved in online learning. Additionally, this research recommends providing online counseling services for students to address academic issues and problem-solving methods.Keywords: COVID-19, Changes, Online Learning, Satisfaction, Students, Stress
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT STRES SISWA SMP DI JAKARTA TIMUR Fadillah Nur Fitriyani; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i2.471

Abstract

ABSTRAKDukungan sosial dan kecerdasan emosional diperlukan oleh remaja agar mampu mengelola stresnya menjadi respons adaptif dan tidak berkepanjangan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada siswa SMP Negeri di Jakarta Timur. Metode: Penelitian cross sectional pada 426 siswa SMP di Jakarta Timur dengan kriteria inklusi siswa SMP Negeri di Kecamatan Ciracas dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling pada bulan Januari sampai April 2022. Kuesioner menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (DASS); The Social Support Questionnaire; dan Wong and Law Emotional Intelligence Scale(WLEIS). Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat (uji chi square).  Hasil: Penelitian menunjukkan tingkat dukungan sosial dan tingkat kecerdasan emosional baik tinggi maupun rendah memiliki nilai mendekati sama; hanya 41,8% responden memiliki tingkat stres normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dukungan sosial dengan tingkat stres (p = 0,001), dan variabel kecerdasan emosional dengan tingkat stres (p=0,013). Diskusi: Dukungan sosial yang tinggi dan kecerdasan emosional individu yang tinggi dapat menurunkan stres siswa SMP di Jakarta Timur. Kesimpulan: Temuan penelitian ini dapat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga siswa dapat menjadi lebih aware terhadap permasalahan yang mengganggu fisik dan psikologisnya.Kata Kunci: dukungan sosial, kecerdasan emosional, siswa SMP, tingkat stres Correlation of Social Support and Emotional Intelligence with Level of Stress Among Junior High School Students in East Jakarta ABSTRACTSocial support and emotional intelligence are essential for adolescents to manage their stress as adaptive and not prolonged responses effectively. Objective: This research aims to identify the correlation of social support and emotional intelligence with the stress level among public junior high school students in East Jakarta. Methods: A cross-sectional study was conducted on 426 junior high school students in East Jakarta with inclusion criteria of students from public junior high schools in the Ciracas Subdistrict, using stratified random sampling from January to April 2022. Questionnaires used in this research included the Depression Anxiety Stress Scale (DASS), The Social Support Questionnaire, and the Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS). Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (chi-square test). Results: The research revealed that high and low levels of social support and emotional intelligence had nearly equal values, with only 41.8% of respondents experiencing a normal stress level. There was a significant correlation between the variables of social support and stress levels (p=0.001) and the variables of emotional intelligence and stress levels(p=0.013). Discussion: High social support and high individual emotional intelligence can reduce stress levels among junior high school students in East Jakarta. Conclusion: The findings of this research can assist nurses in providing appropriate nursing care tailored to the needs of students, enabling them to become more aware of issues affecting their physical and psychological well-being.Keywords: emotional intelligence, junior high school students, stress levels, social support
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN STRES PENGASUHAN PADA IBU YANG BEKERJA SELAMA PANDEMI COVID-19 Farhani Dea Asy-Syifa; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i2.472

Abstract

ABSTRAKPerempuan yang menjadi ibu sekaligus pekerja merupakan salah satu subjek yang paling terdampak dari perubahan aktivitas kerja selama pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19).  Kemampuan resiliensi berperan penting untuk menghadapi situasi sulit sehingga resiliensi menjadi salah satu faktor individu ibu bekerja untuk tidak mengalami dampak psikologis berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara resiliensi dan stres pengasuhan pada ibu yang bekerja selama pandemi Covid-19. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian melibatkan 296 responden dengan kriteria ibu bekerja selama pandemi Covid-19, memiliki anak usia 0–12 tahun, tinggal di Jakarta Timur. Jenis non-probability sampling yang digunakan ialah convenience/accidental sampling. Kuesioner yang digunakan ialah The 14-item Resilience Scale dan Parenting Stress Index-Short Form. Analisa data yang digunakan analisis univariat dengan tampilan data tendensi sentral (data numerik), frekuensi persen (data kategorik), dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh ibu bekerja memiliki tingkat resiliensi tinggi (53,7%) dan tingkat stres pengasuhan (66,5%); terdapat hubungan antara resiliensi dan stres pengasuhan (p value = 0,001). Diskusi: Meningkatnya resiliensi pada ibu yang bekerja selama pandemi Covid-19 tidak menyebabkan stres pengasuhan.  Kesimpulan: Resiliensi yang tinggi perlu dipertahankan, salah satu upayanya dengan promosi kesehatan mental agar dapat menurunkan kondisi stres yang dialami ibu bekerja.Kata Kunci: Covid-19, ibu bekerja, resiliensi, stres pengasuhan Correlation Between Resilience and Parenting Stress in Working Mothers During the COVID-19 Pandemic ABSTRACTWomen who are both mothers and working professionals are among the most affected individuals by changes in work activities during the Coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic. Resilience plays a crucial role in coping with challenging situations, making it one of the individual factors that working mothers rely on to avoid sustained psychological impacts. Objective: This research aims to identify the correlation between resilience and parenting stress in working mothers during the COVID-19 pandemic. Methods: This research employed a quantitative research design with a cross-sectional research design. It involved 296 respondents who met the criteria of being working mothers during the COVID-19 pandemic, having children aged 0-12 years, and residing in East Jakarta. Convenience/accidental sampling was used as the non-probability sampling method. The instruments used were the 14-item Resilience Scale and Parenting Stress Index-Short Form. Data analysis included univariate analysis with central tendency data display (numerical data), percentage frequency (categorical data), and bivariate analysis using chi-square tests. Results: The research findings showed that more than half of the working mothers had high levels of resilience (53.7%) and parenting stress (66.5%). There was a significant correlation between resilience and parenting stress (p-value = 0.001). Discussion: Increased resilience in working mothers during the COVID-19 pandemic did not lead to parenting stress. Conclusion: High resilience needs to be maintained, and one way to achieve this is through mental health promotion to reduce the stress experienced by working mothers.Keywords: COVID-19, Parenting Stress, Resilience, Working Mothers