Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Metode Pembelajaran Kontekstual dengan Resitasi terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI di Kelas VIII SMP NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu Abas Abdul Jalil
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Khulasah Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kisj.v1i2.112

Abstract

The formulation of the problem underlying this research is as follows: a) How is the application of contextual learning methods in PAI subjects in class VIII SMP NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu? b) How is the application of the recitation learning method in PAI Subjects in class VIII of NU Dukuhjati Middle School Krangkeng Indramayu?, c) What are the student learning outcomes in PAI Subjects in class VIII of NU Dukuhjati Middle School Krangkeng Indramayu?, and d) Between the two methods, Which method has the greatest relationship with students in PAI subjects in class VIII SMP NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu? Meanwhile, this research aims to conduct comparative testing experiments on the relationship between contextual learning methods and recitation on student learning achievement in PAI subjects in class VIII SMP NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu. This research is included in experimental research and is survey in nature, because the entire number of students in class VIII SMP NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu as many as 32 people were sampled. Based on the results of inferential statistical calculations using comparative formulas, it is known that there was an increase in the average score of the experimental class seen from the comparison of the average pretest score of 47.25 while the posttest was 82.87, whereas in the control class the average score of the pretest was 46.87 whereas The posttest score was 61.62, there was no improvement. Furthermore, from the results of independent samples test calculations that the probability value is <0.05 then H0 is rejected, meaning that there is a difference in the increase in student learning outcomes between classes that use the contextual learning method and classes that use the recitation method. Based on the results of the research that has been carried out, several conclusions can be drawn, including: (a) The contextual learning method has a significant effect on increasing the learning achievement of NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu Middle School students in class VIII in learning PAI in the odd semester of 2014/2015, and (b) Method Recitation also had a significant effect on improving the learning outcomes of NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu Middle School class VIII students in the odd semester of PAI learning in 2014/2015. The different test of the Contextual learning method is significantly different from the Recitation learning method in increasing the learning achievement of NU Dukuhjati Krangkeng Indramayu Middle School students in class VIII in PAI lessons.
Visi Pemimpin Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Abas Abdul Jalil
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Khulasah Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kisj.v1i1.116

Abstract

Kegiatan yang dilakukan manusia berupa pendidikan juga tak terlepas dari faktor psikologis. Faktor psikologis menjadi landasan dalam pendidikan dikarenakan kegiatan pendidikan melibatkan kejiwaan manusia. Landasan psikologis menjadi penting dikarenakan pendidikan umunya berkaitan erat dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia, khususnya proses belajar mengajar. Landasan psikologi tentu harus memiliki pedoman. Landasan atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Landasan yang dianut dalam pendidikan berpedoman pada azas yang dibuat oleh Komisi Pembaharuan Pendidikan, salah satu asa yang pertama adalah ide dari Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Landasan dan Asas yang diberlakukan dalam dunia pendidikan memiliki fungsi yang merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban. Fungsi pendidikan itu sendiri adalah menyiapkan sebagai manusia, menyiapkan tenaga kerja dan menyiapakna warga negara yang baik. Basis agama, filsafat, psikologis dan sosiologis dalam visi pendidikan sebagai tempat bertumpu atau dasar dalam melakukan analisis kritis terhadap kaidah-kaidah dan kenyataan tentang kebijakan dan praktik pendidikan. Kajian analisis kritis terhadap kaidah dan kenyataan tersebut dapat dijadikan titik tumpu atau dasar dalam upaya penemuan kebijakan dan Praktek pendidikan yang tepat guna dan bernilai guna. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa landasan pendidikan merupakan dasar bagi upaya pengembangan kependidikan dalam segala aspeknya. Landasan pendidikan terdiri dari beberapa jenis, yaitu landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan hukum, landasan kultural, landasan psilokogis, lndasan ilmiah dan ternologi, landasan ekonomi, landasan sejarah, dan landasan religius.
PEMBELAJARAN BERBASIS PENYELIDIKAN (INQUIRY-BASED LEARNING) Abas Abdul Jalil
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v1i2.368

Abstract

Pembelajaran Berbasis Penyelidikan (Inquiry-Based Learning/IBL) merupakan pendekatan pedagogis yang menekankan peran aktif siswa dalam menemukan dan memahami konsep melalui penyelidikan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kemandirian belajar. Dalam pembelajaran berbasis penyelidikan, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dilatih untuk bertanya, mengamati, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, serta menarik kesimpulan sendiri. Artikel ini mengulas konsep dasar pembelajaran berbasis penyelidikan, ciri-cirinya, tahapan pelaksanaan, serta manfaatnya dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Berbagai teori dan model inkuiri yang dikembangkan oleh para ahli seperti John Dewey, Jerome Bruner, dan pendekatan Alberta Learning dijelaskan untuk memberikan perspektif yang lebih luas dalam implementasi IBL di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis penyelidikan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan berpikir analitis dan kreatif yang sangat diperlukan di era modern.