Ros Sumarny
Program Magister Ilmu Kefarmasian (Universitas Pancasila)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS KONSELING APOTEKER PADA PASIEN TUBERKULOSIS TAHAP INTENSIF DI PUSKESMAS TALANG PADANG DAN KOTA AGUNG PROVINSI LAMPUNG Bayu Ari Sasongko; Ros Sumarny; Hesti Utami R
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2075

Abstract

Analisis Efektivitas Konseling Apoteker Pada Pasien Tuberkulosis Tahap Intensif Di Puskesmas Talang Padang Dan Kota Agung Provinsi Lampung. Tuberkulosis (TB) telah menjadi epidemi global yang melanda seluruh dunia, dan Indonesia peringkat kedua untuk kasus TB Paru . Upaya untuk melawan TB telah lama dilakukan,namun hasilnya masih belum memuaskan. Kegagalan penanganan TB disebabkan kurangnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat dan kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit dan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas konseling apoteker Puskesmas Talang Padang dan Puskemas Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experiment dengan pendekatan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. Sampel pada penelitian ini adalah penderita baru yang terdiagnosa TB dan yang akan menerima pengobatan dengan OAT di Puskesmas Talang Padang sebanyak 30 orang dan Puskesmas Kota Agung sebanyak 30 orang periode Juli 2021 – November 2021. Analisis bivariat dilakukan menggunakan metode uji statistik Paired T-Test. Hasil penelitian dari segi usia responden ada pada rentang 15 tahun hingga diatas 55 tahun. Dari segi jenis kelamin, laki laki(21 responden) lebih dominan dibandingkan dengan perempuan (9 responden) pada kelompok perlakuan. Kelompok kontrol laki-laki(20 responden), perempuan (10 responden). Pengaruh konseling oleh apoteker meningkatkan pengetahuan pasien tentang TB dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberian konseling apoteker terhadap motivasi pasien, dengan sikap dan perilaku pasien, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Outcome terapi baik semua pasien kelompok perlakuan maupun kontrol diperoleh setelah melewati tahap intensif didapat hasil BTA negatif