Penting dalam mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan sosial calon pengantin sebelum memasuki kehamilan, serta berperan dalam pencegahan stunting sejak dini. Namun, kesadaran calon pengantin terhadap pemeriksaan dan edukasi prakonsepsi masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kesehatan calon pengantin melalui pemeriksaan dan edukasi prakonsepsi berbasis interaktif oleh Tim Bidan Muda UMPRI. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, kadar hemoglobin, indeks massa tubuh), edukasi interaktif menggunakan media visual dan permainan edukatif, serta konseling personal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta analisis hasil pemeriksaan kesehatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian peserta masih mengalami anemia dan status gizi kurang. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta ≥30% setelah diberikan edukasi. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami pentingnya kesiapan kesehatan sebelum menikah. Program ini juga berhasil mencapai indikator capaian, yaitu sebagian besar peserta mengikuti pemeriksaan prakonsepsi secara lengkap. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi dini masalah kesehatan calon pengantin. Program ini berpotensi menjadi model edukasi pranikah berbasis kesehatan reproduksi yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting sejak sebelum konsepsi.