Baik Nilawati Astini
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN TK AL-BANNA KOTA MATARAM TAHUN AJARAN 2022/2023 Rahmia Juniarti; Baik Nilawati Astini; Ika Rachmayani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v3i3.5368

Abstract

Meronce merupakan salah satu stimulasi untuk mengasah kemampuan motorik halus anak dengan merangkai benda dan pernak-pernik menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau ikatan edukatif lain. Kegiatan motorik halus merupakan komponen yang mendukung pengembangan kognitif, sosial, dan emosi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kegiatan meronce dengan manik-manik dalam meningkatkan motorik halus pada anak usia 5-6 Tahun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan analisis kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk melihat perkembangan kegiatn meronce dengan manik-manik menggunakan indikator perkembangan motorik halus anak. Subjek dari penelitian ini yaitu 10 siswa dengan rasio 9 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan meronce dengan manik-manik pada tahap pengembangan I mencapai skor 50% dengan kriteria Mulai Berkembang, pada tahap pengembangan II mencapai skor 60,53% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, karena skor yang dicapai pada tahap pengembangan II belum mencapai skor yang diinginkan maka dilakukan penelitian selanjutnya pada tahap pengembangan III yaitu mencapai hasil 87,64% dengan kriteria berkembang sangat baik dan mencapai hasil yang sangat memuaskan. Hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Al-Banna dari tahap pengembangan I mencapai 73%, meningkat pada tahap pengembangan II mencapai 79,8%, dan pada tahap pengembangan III mencapai 89,4%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui langkah-langkah pengembangan yang tepat dengan pelaksanaan kegiatan meronce menggunakan manik-manik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun TK Al-Banna Tahun Ajaran 2022/2023.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DESA AIKPERAPA KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR Nurul Hayati; Fahruddin; Baik Nilawati Astini
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v4i1.5381

Abstract

Pola asuh orang tua sangat menentukan dalam pembentukan karakter disiplin pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh orang tua utuh dan orang tua tidak utuh dalam membentuk karakter disiplin pada anak usia 5-6 tahun Desa Aikperapa Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini yaitu 2 orang tua yang terdiri dari 1 orang utuh dan 1 orang tua tidak utuh yang anaknya berusia 5-6 tahun di Desa Aikperapa. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan yaitu wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh orang tua utuh memiliki pola asuh yang cenderung demokratis. Sedangkan pola asuh orang tua tidak utuh menggunakan pola asuh yang cenderung permisif. Orang tua utuh dengan pola asuh demokratis lebih bisa membentuk karakter disiplin pada anaknya, yang mendidik dengan selalu memberikan pengertian dan peringatan kepada anak secara konsisten, memerintah serta menasehati anak tanpa ada paksaan, memberikan pengawasan, konsekuensi dan tanggung jawab, tetap menghormati kemerdekaan atau kebebasan dalam berpendapat dan menyesuaikan dengan kepribadian serta kebutuhan anaknya. memiliki kontrol terhadap anak dan menggunakan pendekatan yang hangat.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK (PjBL) SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI TK PURNAMA PAGUTAN KOTA MATARAM Lamya Kausari; Baik Nilawati Astini; Baiq Nada Buahana
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v4i2.5656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Model Pembelajaran Berbasis Projek(PjBL) Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Di Tk Purnama Pagutan Kota Mataram. Jenis penelitian yang digunakan penelitian dan pengembangan (Reseacrh and Development). Subjek pada penelitian ini adalah 1 guru dan 12 anak kelompok TK B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa kualitatif deskriptif dari hasil lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran berbasis projek yang dilakukan oleh guru melalui 2 tahapan pengembangan, tahap I pengembangan (75%) dan tahap pengembangan II (85%) terlaksana sangat sesuai dengan sintaks pjbl persentase peningatan sebanyak (10%). Sedangkan hasil respon anak dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis projek dalam 2 tahapan pengembangan juga meningkat, pada pengembangan I (66%) dan dalam tahap pengembangan II mengalami peningkatan dengan persentase (81%) dengan jumlah peningkatan sebanyak (15%) berdasarkan persentase data, maka respon anak pada pelaksanaaan pembelajaran berbasis projek berkembang sesuai harapan.