Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CATUR MARGA YOGA DALAM HINDUISME DAN RELEVANSINYA DENGAN PLURALISME AGAMA Achmad Resa
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v28i2.237

Abstract

Catur Marga Yoga adalah empat jalan yang harus ditempuh oleh umat Hindu untuk menuju tujuan akhir mereka, yaitu Moksartham Jagadithaya Ca Iti Dharma atau menyatunua atman (roh) dengan Brahman (Tuhan). Setiap agama memiliki konsepsi masing-masing terhadap tujuan akhir, dan jalan untuk mencapainya juga berbeda-beda. Tak jarang dari perbedaan-perbedaan tersebut yang menimbulkan perdebatan atas kebenaran dan keselamatan, yaitu agama mana yang dianggap paling benar dan paling berhak atas keselamatan. Hal tersebut dikarenakan setiap agama mengklaim bahwa agama tersebutlah yang paling benar. Namun tidak demikian dengan Hinduisme, Hinduisme adalah agama yang toleran dalam hal kebenaran maupun keselamatan. Hinduisme mengakui kebenaran terdapat pada agama apapun dan keselamatan adalah hak dari setiap orang. Dari hal tersebut tampak bahwa ajaran Hinduisme memuat Pluralisme Agama. Meskipun Hinduisme mempunyai Catur Marga Yoga sebagai jalan untuk tujuan akhir, namun ia beranggapan bahwa Catur Marga Yoga juga terdapat pada agama lain.
Kampus Merdeka dan Arah Pendidikan Republik Indonesia Achmad Resa; Arum Asyfa Azahra; Muhammad Hasyim Romadani
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol 29 No 2 (2023): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v29i2.2983

Abstract

This article aims to view the Kampus Merdeka program in a critical view. The Ministry of Education of Republic of Indonesia announced this program on 2020. This program tends to give more freedom for universities and students in their educational progress and purposes. One of the most important goals of this program is to graduate alumni who are ready to face the working field as the alumni of the universities nowadays do not link and match with the job demands. Despite the drawbacks of this concept, there are some benefits can be obtained from this program but with some criticism in it. This research is based on library research which analyses the relevant books and articles. It can be concluded that Kampus Merdeka is potential for developing multidiciplinary studies and maximizing the process of learning in universities. It must be noted too that the main goal of education should not be neglected; it is to produce a good man. Only after fulfilling this main goal, the Kampus Merdeka program will benefit us more comprehensively.