Kadek Tresna Adhi
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERSEPSI IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) MENGENAI MAKANAN TAMBAHAN (MT) Ni Kadek Ayu Sriandewi; Kadek Tresna Adhi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i02.p08

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency is a condition in which the mother experiences a chronic lack of energy intake, causing health problems for the mother. Efforts made by the government in overcoming this problem through the provision of additional food. The purpose of the study was to determine the knowledge and perception of nutrition, as well as attitudes regarding additional food in pregnant women with chronic energy deficiency. This research is a quantitative descriptive study using a cross-sectional method. The research sample is pregnant women with chronic energy deficiency in Badung Regency. Research variables include age, education, working status, parity, family income, knowledge, attitudes, and perceptions. Data collection techniques using a questionnaire via google form and filling directly. The research analysis used univariate analysis. The result of this research is that the average sample is 26 years old and has a high school education (63.06%). Most (98.20%) of low parity and the majority of pregnant women with chronic energy deficiency do not work (64.86%). Family income (50.45%) is in the high category. Overall (99.10%) pregnant women with chronic energy deficiency have good knowledge about nutrition and (56.76%) have a good attitude regarding supplementary foods, and (54.95%) have positive perceptions about nutrition. Based on the results of the study, the puskesmas maximized the dissemination of information about pregnant women with chronic lack of energy and the benefits of consuming additional food through classes for pregnant women. In addition, further researchers can add variables such as taboo foods and beliefs that may be related to the consumption of supplementary foods in pregnant women with chronic energy deficiency. Keywords: knowledge, attitude, perception, pregnant women, chronic energy deficiency, supplementary food ABSTRAK Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan ibu mengalami kekurangan asupan energi yang berlangsung menahun sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan masalah tersebut melalui pemberian makanan tambahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi gizi, serta sikap mengenai MT pada ibu hamil KEK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian yaitu ibu hamil KEK di Kabupaten Badung. Variabel penelitian meliputi umur, pendidikan, status bekerja, paritas, pendapatan keluarga, pengetahuan, sikap, dan persepsi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalu google form dan pengisian secara langsung. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian yaitu rata-rata sampel berusia 26 tahun dan berpendidikan SMA (63,06%). Sebagian besar (98,20%) paritas rendah dan mayoritas ibu hamil KEK tidak bekerja (64.86%). Pendapatan keluarga (50,45%) termasuk katagori tinggi. Keseluruhan (99,10%) ibu hamil KEK memiliki pengetahuan baik mengenai gizi dan (56,76%) memiliki sikap yang baik terkait MT, serta (54,95%) memiliki persepsi positif mengenai gizi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu puskesmas memaksimalkan penyebaran informasi mengenai ibu hamil KEK dan manfaat konsumsi MT melalui kelas ibu hamil. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat menambahkan variable seperti makanan tabu dan keyakinan yang mungkin berhubungan dengan konsumsi MT pada ibu hamil KEK. Kata kunci: pengetahuan, sikap, persepsi, ibu hamil, KEK, MT
PERSEPSI TENTANG STUNTING PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GIANYAR BALI Sisilia Natanael; Ni Kadek Aprilia Putri; Kadek Tresna Adhi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v45i1.5900

Abstract

ABSTRACT Stunting is a public health problem that reflects the condition of failure to thrive in children under five, resulting from chronic malnutrition in which the child's height does not match his age. The nutrition improvement movement of 8,000 first days of life is an effort to prevent stunting from pregnancy to adolescence. So it is necessary to know about the adolescent's perception regarding this stunting problem so that adolescents can have a crucial role in giving birth to a stunting-free generation in the future. The objective is to know the extent of the perception of stunting nutrition problems in adolescent girls at the stunting locus area in Gianyar Regency, Bali Province. This research is descriptive quantitative research with a cross-sectional study design. The sample of this study (411 respondents) was female high school students in Gianyar Regency and was selected using a non-probability sampling technique. Data on sociodemographic characteristics, sources of information related to nutritional problems, and perceptions related to stunting were collected using a google form questionnaire. Data analysis descriptively. The results showed that most (86.6%) respondents did not know that stunting was a nutritional problem for adolescents, and 50.4 percent of respondents had negative perceptions about stunting, especially in aspects of stunting prevention. These results indicate the importance of providing stunting prevention education models for young women, especially those that emphasize perceived seriousness and perceived benefits that awareness obtained to prevent stunting early. ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Gerakan perbaikan gizi 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan upaya pencegahan terjadinya stunting dari masa kehamilan hingga anak usia remaja. Maka perlu diketahui persepsi remaja terkait permasalahan stunting ini sehingga remaja dapat memiliki peran penting dalam melahirkan generasi bebas stunting di masa depan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana gambaran persepsi mengenai masalah gizi stunting pada remaja putri pada daerah lokus stunting di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Sampel dari penelitian ini adalah pelajar putri SMA di Kabupaten Gianyar sebanyak 411 responden yang dipilih menggunakan teknik non probability sampling. Data karakteristik sosiodemografi, sumber informasi terkait permasalahan gizi, dan persepsi terkait stunting diperoleh dengan menggunakan kuesioner google form. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (86,6%) responden tidak tahu stunting merupakan masalah gizi remaja, serta sebesar 50,4 persen responden memiliki persepsi negatif tentang stunting terutama pada aspek pencegahan stunting. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemberian model edukasi pencegahan stunting pada remaja putri terutama yang menekankan pada aspek persepsi keseriusan dan persepsi manfaat sehingga dapat diperoleh kesadaran untuk mencegah stunting lebih dini. [Penel Gizi Makan 2022, 45(1):1-10]