Penelitian dalam tesis ini di latarbelakangi oleh pembacaan peneliti terhadap penafsiran surat al-ti>n, dimana pada surat ini kebanyakan orang hanya memahami al-ti>n dan al-zaitu>n sebagai suatu buah yang banyak manfaatnya. Begitu juga ayat selanjutnya yaitu kata t}urisi>ni>in sebatas dimaknai sebagai suatu bukit sinai yang berada di Syam dan balad al-ami>n diartikan sebagai kota Mekkah yaitu suatu tempat yang dimana ketika orang masuk didalamnya akan aman. Disambung dengan ayat selanjutnya, yaitu membahas tentang diciptakanya manusia dengan seabaik-baiknya bentuk (ah}sani taqwi>m) dan manusia juga bisa dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (asfala sa>fili>n). Kemudian Allah menyuruh kepada manusia untuk beriman dan berbuat kebajikan. Dan ayat yang terakhir pada ayat ini peringatan kepada orang-orang yang mendustakan tentang hari pembalasan, maka Allah lah sebaik-baik hakim. Dari penjelasan al-ti>n secara ringkas diatas bahwa banyak makna-makna yang tersembunyi (tersurat), sehingga harus diungkap dan dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan membuat seorang muslim menjadi bingung dan bertanya-tanya. Dari keprihatinan inilah yang pada akhirnya memacu penulis untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan agar pembaca kelak mengetahui apa dibalik Allah bersumpah dengan nama dua buah dan dua tempat sehingga sampai menjelaskan eksistensi dan hakikat manusia sebagai ciptaan Allah swt. Penelitian ini bersifat kajian pustaka (library research) yang dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari serta mentelaah data kualitatif yang sesuai dengan tema dari sumber data primer yaitu kitab tafsir al-tah}ri>r wa al-tanwi>r, serta beberapa sumber sekunder berupa semua referensi yang tekait dengan tema. Dengan bekal tersebut penulis berharap dapat melakukan pengungkapan makna dari surat al-ti>n berdasarkan konsep maqa>s}id al-Qur’an yang dibuat oleh Ibnu ‘A>shu>r. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan maqa>s}id al-Qur’a>n dari surat al-ti>n, bahwa surat al-ti>n memiliki tiga tema pokok; Yang pertama yaitu simbol-simbol sebagai syari’at para Nabi (ayat 1-3) yang memiliki empat maqashid; Is}la>h al-I’tiqa>d, al-Tashri>’, al-Qas}a>s} wa akhba>r al-uma>m al-sa>lifah dan al-I’ja>z. Yang kedua adalah hakikat dan eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan (ayat 4-6) yang memiliki tiga maqashid; Is}lah} al-I’tiqa>d, al-Tahdzi>b al-akhla>q, dan al-mawa>’idh wa al-indha>r wa al-tah}dzi>r wa al-tabshi>r.dan yang ketiga yaitu peringatan pada manusia atas hukum Allah (ayat 7-8) yang meiliki dua maqashid; Is}lah al-I’tiqa>d, dan al-mawa>’idh wa al-indha>r wa al-tah}dhi>r wa al-tabshi>r.