This Author published in this journals
All Journal Al-Dhikra
Nur Azzira Alya Rasifah.I, Annisa Rahayu
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI LECCE’ BOLA BARU PADA MASYARAKAT BUGIS, BOEPINANG (STUDI LIVING QUR’AN) Nur Azzira Alya Rasifah.I, Annisa Rahayu
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 5 No. 1 (2023): al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat studi living Qur’an dalam hal resepsi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis daerah Boepinang. Tradisi Lecce’ Bola Baru awalnya sudah diperkenalkan dari tradisi nenek moyang masyarakat Bugis, kemudian Islam datang menghapuskan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam dalam tradisi tersebut tanpa menghapuskan tradisinya tetapi meluruskan ritualnya sesuai ajaran Islam. Metodologi penelitian yang dipakai dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi dan penelitian terhadap data-data primer serta sekunder mengenai pelaksanaan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis daerah Boepinang. Setelah itu data ini disajikan dalam bentuk deskriptif analitis. Sedangkan sebagai pisau analisis penulis menggunakan metode pendekatan sosiologi Karl Mannheim yang membagi menjadi tiga macam makna pada suatu kasus yakni makna objektif, makna ekpresif dan makna dokumenter. Penelitian ini menemukan bahwa 1) Makna objektif yakni Tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis merupakan ritual agama. 2) Makna ekspresif, yaitu tradisi Lecce’ Bola Baru sebagai bentuk kesyukuran dan pengharapan keberkahan serta balasan kebaikan yang dimana makna dari ritual-ritualnya merupakan praktik resepsi dari ayat Al-Qur’an 3) Makna dokumenter adalah tradisi Lecce’ Bola Baru sebagai tradisi turun temurun yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat Bugis di daerah Boepinang.