This Author published in this journals
All Journal Al-Dhikra
Faiza Hanan, Fatkhiyah dan Nafisah Alhayataini
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI ROBO’–ROBO’ SUKU MELAYU DI KECAMATAN SANDAI, KABUPATEN KETAPANG, KALIMANTAN BARAT (STUDI LIVING HADIS) Faiza Hanan, Fatkhiyah dan Nafisah Alhayataini
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 4 No. 1 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang fenomena living hadis pada tradisi Robo’-robo’ yang dilakukan oleh masyarakat Sandai, kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Robo’-robo’ ini merupakan tradisi yang dilakukan pada hari rabu terakhir di bulan Safar dimana menurut masyarakat sekitar tradisi ini menjadi sebuah bentuk ritual penolakan bala’ untuk medapatkan keselamatan dan keberkahan. Fokus pada pembahasan dari penelitian ini adalah terkait dengan bagaimana hadis Nabi hidup di dalam tradisi masyarakat tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan melakukan interaksi atau mewawancarai serta observasi. Sedangakan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang melihat bahwa tindakan sosial dapat ditinjau dari beberapa makna, yaitu: makna objektif, ekspresif dan dokumenter. Riset ini menemukan bahwa makna obyektif dari tradisi Robo-robo masyarakat Sandai adalah sebagai tradisi suatu ajaran yang ditanamkan dari leluhurleluhur ulama suku Melayu yang kemudian budaya tersebut dijaga keberadaannya hingga saat ini yang tidak berubah. Sedangkan makna ekspresifnya yaitu perilaku ritual tradisi terdapat do’a-doa yang dipanjatkan di antaranya do’a sayyidina Ukasyah atau Akasah, do’a selamat dan doa tolak balak yang dipanjatkan dengan harapan Allah kabulkan segala hajatnya. Kemudian makna dokumenternya ialah tradisi tersebut sebagai identitas masyarakat Sandai.