Ni Luh Putu Manasaputri Indrasawarni
Program Studi Magister Administrasi Publik, Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modal Sosial dalam Graduasi Sejahtera Mandiri Program Keluarga Harapan di Provinsi Bali Ni Luh Putu Manasaputri Indrasawarni; Gede Sri Darma
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.81752

Abstract

Graduasi sejahtera mandiri merupakan fenomena keluarnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) secara sukarela baik atas inisiatif pribadi maupun dorongan dari pendamping. Menariknya, di saat terjadi kenaikan angka kemiskinan dan mayoritas KPM ingin tetap mempertahankan status kepesertaan PKH, masih terdapat KPM yang mampu mencapai graduasi sejahtera mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong KPM dalam mencapai graduasi sejahtera mandiri ditinjau dari aspek modal sosial, serta menggali kendala-kendala dalam pencapaiannya, sehingga dapat dirumuskan strategi kebijakan untuk meningkatkan jumlah graduasi sejahtera mandiri PKH. Penelitian dilaksanakan di dua lokasi yaitu Desa Candikuning dan Sumerta Kaja dengan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini antara lain Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Administrator Pangkalan Data PKH, Kepala Kewilayahan, Pendamping, dan KPM PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berkontribusi dalam mewujudkan graduasi sejahtera mandiri PKH. Namun masih ditemukan kendala-kendala baik dari internal KPM maupun kendala eksternal seperti belum stabilnya perekonomian pasca pandemi, serta belum optimalnya program-program pemberdayaan. Berdasarkan hal tersebut, maka disusun strategi kebijakan menggunakan analisis SWOT yang menghasilkan alternatif strategi antara lain: penguatan pendamping PKH, melaksanakan program pemberdayaan yang lebih sistematis dan bekelanjutan, sinergi dengan stakeholders terkait untuk melaksanakan pelatihan kewirausahaan, mempermudah akses permodalan, serta melanjutkan program komplementer untuk mendukung stabilitas ekonomi KPM pasca pandemi.