This Author published in this journals
All Journal MATHEdunesa
Alista Hariyanti
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah Numerasi Ditinjau dari Gaya Berpikir Alista Hariyanti; Tatag Yuli Eko Siswono
MATHEdunesa Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n3.p1014-1031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metakognisi siswa dalam memecahkan masalah numerasi di kelas XI yang ditinjau dari gaya berpikir Gregorc. Kemampuan metakognisi pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan (planning), pemantauan (monitoring), dan evaluasi (evaluation). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah empat siswa yang diambil dari kelas XI IPA 6 di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo tahun ajaran 2021/2022 dimana empat siswa tersebut mewakili setiap gaya berpikir dengan mempertimbangkan skor angket. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik tes, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Analysis Interactive dari Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan pemikiran sekuensial lebih baik dalam memecahkan masalah daripada subjek dengan pemikiran acak. Subjek sekuensial konkret melakukan aktivitas metakognisi yang meliputi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi meskipun terdapat indikator yang belum tercapai dengan maksimal. Subjek sekuensial abstrak terdapat indikator pada aktivitas pemantauan yang tidak tercapai. Subjek acak konkret belum memenuhi beberapa indikator pada aktivitas pemantauan dan evaluasi. Subjek acak abstrak terdapat beberapa indikator yang belum tercapai pada tiap aktivitas metakognisi.