Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Pemberian Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di SD Sambung Jawa 1 dan 3 Kota Makassar Haeruddin, Hasniati; Adriana, Vivi; Harbaeni; Suriani Bahrun; Inaku, Popy Rahayu; Yunita Suriani; Siti Aqma
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.10723

Abstract

ABSTRAK Peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak. Pandemik Covid-19 memberikan dampak besar buat kehidupan manusia, anak usia sekolah termasuk kelompok risiko tinggi terpapar Covid-19, untuk mencegah dan meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak tertular dengan cara vaksinasi Covid19 sehingga peran orang tua sangat penting dalam pemberian vaksinasi pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Orang Tua Dalam Pemberian Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di SD Sambung Jawa 1 dan 3 Kota Makassar. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimental dengan mengunakan desain deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Populasi dari penetilian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 6-11 tahun di SD Sambung Jawa 1 dan 3 Kota Makassar dengan populasi sebanyak 460 orang menggunakan metode pengambilan sampel yaitu Sistematic Random Sampling sebanyak 230 orang tua. Hasil penelitian dari 230 responden yang terdiri dari 2 sekolah yaitu SD Sambung jawa 1 terdiri dari 123 responden terdapat 95 responden memiliki peran yang baik terhadap pemberian Vaksinasi Covid-19 dan SD Sambung Jawa 3 terrdiri dari 107 responden terdapat 88 responden memiliki peran yang baik terhadap pemberian Vaksinasi Covid-19. Kesimpulan mayoritas orang tua memiliki peran yang baik dalam pengambilan keputusan terhadap pemberian Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 tahun di SD Sambung Jawa 1 dan 3 Kota Makassar. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Vaksinasi Covid-19
Fast Food Consumption Frequency and Prediabetes Among Young Adults in Makassar: A Cross-Sectional Study Sitti Masita; Hasniati Haeruddin; Harbaeni; Syafira Rulmadani; Maria Kurnya Rante Kada
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.226

Abstract

Introduction: Prediabetes is a critical intermediary metabolic condition that substantially increases the risk of type 2 diabetes mellitus and cardiovascular disease. Rapid urbanization and dietary transition in Indonesia have contributed to increased consumption of energy-dense fast food among young adults, potentially accelerating early metabolic dysregulation. This study aimed to determine the association between the frequency of fast-food consumption and prediabetes among young adults in an urban primary healthcare setting in Makassar, Indonesia. Research Methodology: An analytical cross-sectional study was conducted from August to September 2023 at Malimongan Baru Community Health Center. A total of 57 young adults aged 20–35 years were recruited using convenience sampling. Fast food consumption frequency was assessed using a structured Food Frequency Questionnaire. Prediabetes was defined as fasting blood glucose levels of 100–125 mg/dL. Descriptive statistics were performed, followed by bivariate analysis and multivariable logistic regression to estimate adjusted odds ratios (AOR) with 95% confidence intervals (CI). Statistical significance was set at α = 0.05. Results: 86.0% of participants reported high fast-food consumption, and 54.4% were classified as having prediabetes. In multivariable analysis, frequent fast-food consumption was independently associated with prediabetes (AOR = 2.03; 95% CI: 1.12–3.87; p = 0.021). Participants with BMI ≥25 kg/m² also had higher odds of prediabetes (AOR = 2.67; 95% CI: 1.18–6.02; p = 0.018). Conclusion: Frequent fast-food consumption is a significant behavioral determinant of prediabetes among urban young adults. Integrating dietary risk screening and nutrition counseling within primary healthcare services is essential to prevent early progression to type 2 diabetes.