Imanudin Kudus
Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Sciences, Padjadjaran University, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA KARIR DALAM RESTRUKTURISASI ORGANISASI PT. JASA SARANA (PERSERO) Imanudin Kudus; Rudy Haryadi; Husni Farhani Mubarok; Dudung Ahmad Sugandi
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1077

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola karir dalam reksturturisasi organisasi yang dilakukan oleh PT. Jasa Sarana (Persero). Dalam penelitian ini juga digunakan metode deskriptif analis, dimana dilakukan aktivitas pengumpulan informasi dan analisis data dengan observasi untuk memperoleh gambaran umum, desk study dengan melakukan analisis terhadap data atau dokumen terkait dari tim penyusun SOTK di PT. Jasa Sarana (Persero), in-depth interview dengan Direksi PT. Jasa Sarana (Persero) untuk mendapatkan gamabaran dan arah kebijakan organisasi, melakukan FGD dengan pimpinan dan tim perumus SOTK, serta Ekspose dalam rangka memaparkan berabagai temuan dan rancangan desain sebagai upaya perbaikan terhadap SOTK. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 macam pola karir yang dapat dilakukan, yaitu pola karir linear dan pola karir cross divison. Pola karir linear sendiri adalah dimana setiap jenjang jabatan fungsional naik kejenjang jabatan pada lingkup keahlian dari kelompok jabatan fungsionalnya. Sedangkan untuk pola karir cross division adalah perpindahan kelompok jabatan fungsional yang lebih dinamis, bisa terjadi secara horizontal (rotasi) dan vertikal (promosi). Namun pola karir pegawai idealnya dilakukan secara linear meskipun memang memungkinkan dilakukannya perpindahan baik horizontal maupun vertikal. Pola karir cross division biasanya dilakukan untuk mengantisipasi dinamika organisasi dan tentunya harus memperhatika konsekuensi serta komepetensi yang dimiliki oleh setiap jabatan.Kata Kunci: Pola Karir, Restrukturisasi, Organisasi
ANALISIS PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT (E-GOV) DI DESA SEKARWANGI KECAMATAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG Mariam Mariam; Imanudin Kudus
NEO POLITEA Vol 3, No 2 (2022): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v3i2.1081

Abstract

ABSTRAK. Penerapan electronic government di desa Sekarwangi masih belum dapat berjalan secara optimal. Permasalahan utama di dalam penelitian ini yaitu belum maksimalnya sosialisasi konsep e-government, kurangnya kualitas dan kuantitas pengelola e-government, dan rendahnya partisipasi warga dalam pelaksanaan pelayanan melalui website.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan e-government di Desa Sekarwangi dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat penerapan tersebut. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan elemen sukses pengembangan e-government menurut Harvard JFK School of Government antara lain support, capacity, dan value.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi pustaka. Selanjutnya data-data dikumpulkan dan dianalisis dengan model analisis data alur melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Kemudian untuk mengetahui kelayakan data, dilakukan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-government di Desa Sekarwangi belum dapat berjalan secara optimal karena adanya beberapa faktor penghambat yaitu sosialisasi penerapan e-goverment yang belum dilakukan secara merata,kontinyu, dan menyeluruh kepada seluruh masyarakat desa Sekarwangi. Capacity yang sangat terbatas dengan sumber daya finansial, infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kurang memadai. Sehingga upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hambatan tersebut adalah bekerjasama antar pihak desa, RW dan RT membuat pamflet/poster mengenai ajakan untuk melakukan pelayanan yang berbasis online agar masyarakat lebih tertarik dan memahami mengenai pelayanan online di desa Sekarwangi. Adanya pemangkasan biaya untuk program desa berdasarkan prioritasnya. Melakukan pengelolaan barang dan website agar tidak terjadi error atau terdapat menu-menu yang tidak bisa di akses. Adanya kerjasama antara pihak desa Sekarwangi dengan Diskominfo Kabupaten Bandung untuk membuat program seminar dan pelatihan khusus aparatur desa mengenai perkembangan teknologi yang akan merujuk kepada pelayanan berbasis online.Kata Kunci: Pelayanan Publik, Electronic Government,Desa