This Author published in this journals
All Journal Jurnal Himasapta
Bayu Dwi Kurniawan
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian teknis kestabilan lereng batuan granit PT Hansindo Mineral Persada Desa Peniraman Kalimantan Barat Bayu Dwi Kurniawan; Murad Murad; Septami Setiawati
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9024

Abstract

PT Hansindo Mineral Persada (PT HMP) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu granit dengan menggunakan sistem tambang terbuka yaitu metode quarry. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan KTT PT HMP, kondisi lereng memiliki ketinggian >50 meter dikarenakan ketidaksesuaian awal perencanaan tambang yang diajukan oleh perusahaan kepada ESDM dengan hasil izin yang diberikan dan belum ada penelitian sebelumnya mengenai studi kestabilan lereng pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis potensi longsoran lereng, menghitung nilai faktor keamanannya, dan merekomendasikan upaya untuk meminimalisir longsor. Kajian teknis kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan metode analisis kinematika berdasarkan orientasi dan geometri lereng, orientasi kekar, sifat fisik dan mekanik batuan. Potensi jenis longsoran diproyeksikan dengan bantuan software Rocscience Dips 6.0 dan perhitungan faktor keamanan dilakukan berdasarkan hasil dari proyeksi stereografis longsoran. Hasil dari penelitian menunjukkan lereng berpotensi untuk terjadinya longsoran baji berdasarkan analisis kesesuaian syarat longsoran baji dengan data streoplot pada stereonet. Kestabilan lereng menunjukkan lereng berada dalam kondisi yang labil dengan hasil perhitungan faktor keamanannya adalah 0,254. Sehingga rekomendasi upaya yang dilakukan untuk meminimalisir longsor adalah dengan cara merekayasa geometri lereng menjadi lebih datar atau mengurangi sudut kemiringannya dari 65° menjadi 54° dengan hasil nilai faktor keamanannya menjadi 1,729.