This Author published in this journals
All Journal Jurnal Spektran
Ni Made Karitna
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA PROYEK KONSTRUKSI DI GIANYAR Ida Ayu Rai Widhiawati; I Putu Ari Sanjaya; Ni Made Karitna
JURNAL SPEKTRAN Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2023.v11.i02.p02

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi yang semakin pesat menghasilkan limbah konstruksi yang mengakibatkan degradasi lingkungan utamanya pemanasan global. Bangunan Gedung Hijau (BGH) menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui penerapan kriteria BGH pada proyek gedung di Gianyar berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 dan faktor kendala dalam penerapannya. Objek studi yang digunakan yaitu proyek pembangunan Pasar Umum Gianyar, Proyek RSUD Sanjiwani, dan Proyek Pasar Sukawati Blok C. Penelitian ini menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner serta observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan membandingkan total poin dalam Permen PUPR No.21 Tahun 2021, analisis deskriptif, serta analisis korelasi yaitu Kendall’s tau dan Spearman’s rho. Penerapan BGH pada proyek Gedung di Gianyar mendapatkan hasil Proyek RSUD Sanjiwani memperoleh total 145 poin dengan persentase 88% mendapatkan kategori Bangunan Gedung Hijau Utama, Proyek Pasar Sukawati blok C memperoleh total 146 poin dengan persentase 88% mendapatkan kategori Bangunan Gedung Hijau Utama, dan Proyek Pasar Umum Gianyar memperoleh total 87 poin dengan persentase 53% mendapatkan kategori Bangunan Gedung Hijau Pratama. Faktor kendala dalam penerapan BGH yaitu pembiayaan dan perawatan yang dipandang mahal, kendala procedural dari institusi atau organisasi, kurang menyadari manfaat dari BGH, masih kurangnya alternatif material dan metode pelaksanaan dalam menerapkan BGH, susah untuk mendapatkan sertifikat yang bisa memastikan bahwa material yang dipakai adalah material yang ramah lingkungan, serta kurangnya pengetahuan dan pengalaman kontraktor mengenai green building.