This Author published in this journals
All Journal Jurnal Spektran
Putri Permata Sari
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN VOLUME PEKERJAAN DERMAGA APUNG PELABUHAN LAUT SANUR BALI MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti; I Gusti Ngurah Oka Suputra; Putri Permata Sari
JURNAL SPEKTRAN Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2023.v11.i02.p04

Abstract

Building Information Modeling (BIM) membantu efisiensi desain dan konstruksi bangunan dengan memanfaatkan software BIM. Dewasa ini, banyak kontraktor di Indonesia yang telah menerapkan BIM. Termasuk salah satunya Proyek Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun (Design and Build) Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Sanur Provinsi Bali yang dikerjakan oleh Konsorsium PT. Hutama Karya, PT. Sumber Bangun Sentosa, dan PT Virama Karya. Namun, BIM pada proyek ini belum sepenuhnya terimplementasikan. Contohnya, volume pekerjaan dermaga apung masih dihitung secara konvensional, sehingga untuk menghitung perhitungan volume/Quantity Take-off (QTO) lebih akurat perlu digunakan metode BIM. Penelitian ini bertujuan memodelkan, menghitung, dan membandingan volume pada Pekerjaan Dermaga Apung Pelabuhan Laut Sanur, Bali. Pemodelan menggunakan Autodesk Revit 2023 (salah satu software BIM) menghasilkan volume Floating Bridge sebanyak 2 pcs, Module Finger Dermaga seluas 591,00 m2, Module Walkway Dermaga seluas 1.518,00 m2, Fender sebanyak 168 pcs, Bollard sebanyak 48 pcs, Holder Tiang Pancang sebanyak 76 pcs, dan Pipa Pancang ukuran D400 mm sepanjang 1.172,3 m. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa volume QTO untuk Module Finger dan Walkway dermaga menggunakan metode konvensional lebih tinggi dibandingkan hasil dari metode BIM, yaitu sebesar 1,5% pada Module Finger Dermaga dan 0,13% pada Module Walkway Dermaga. Hal ini disebabkan karena metode BIM mampu menghitung lebih akurat dengan tidak menghitung volume bagian yang kosong pada tiang pancang di bagian walkway dan finger.