Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW JURNAL: EPIDEMIOLOGI DAN PATOGENESIS PLASMODIUM VIVAX Desi Aryani
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i2.873

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi sel darah merah yang mengancam jiwa oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium, yang ditularkan ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ada lima spesies Plasmodium (P. falciparum, P. vivax, P. malariae, P. ovale, P. Knowlesi),  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui epidemiologi dan patogenesis Plasmodium vivax. Penelitian menggunakan metode literatur review dengan melalui peninjauan dokumen. Data didapatkan melalui peninjauan artikel dan jurnal terkait. Hasil kajian ini menunjukan bahwa Plasmodium vivax adalah yang paling umum dari semua jenis malaria, dapat menyebabkan infeksi serius, bahkan fatal, dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia.
STUDI LITERATUR : HASIL TES DIAGNOSTIK CEPAT MALARIA NEGATIF PALSU DAN POSITIF PALSU Desi Aryani
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i1.872

Abstract

Diagnosis malaria di banyak negara endemik malaria bergantung pada penggunaan uji diagnostik cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT). Uji diagnostik cepat (RDT) Malaria merupakan pemeriksaan dengan antibodi pasien terhadap antigen target dari satu atau lebih spesies plasmodium. WHO merekomendasikan membatasi pengobatan pada infeksi malaria hanya diberikan pada pasien diagnosis malaria yang konfirmasi parasitologis. Pemeriksaan baku emas malaria adalah ditemukannya plasmodium secara mikroskopis. Selain itu, WHO juga merekomendasikan peningkatan penggunaan RDT malaria sebagai komponen penting dalam pengelolaan dan pengawasan infeksi malaria. Sensitivitas dan spesifisitas RDT malaria sangat penting untuk meminimalkan hasil positif palsu dan negatif palsu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas penggunaan RDT malaria. Penelitian menggunakan metode literatur review dengan melalui peninjauan dokumen pada search engine google scholar dengan keyword malaria RDT positif palsu dan negatif palsu. Data didapatkan melalui peninjauan jurnal yang dipilih dari 10 jurnal yang terkait antara tahun 2010 sampai dengan tahun 2022. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa RDT menunjukan efektifitasnya dan kecepatan dalam diagnosis malaria. Tetapi untuk hasil yang lebih akurat, pengujian lain tetap perlu dilakukan dengan menggunakan mikroskopis sebagai gold standar, dan jika diperlukan lanjut analisa dengan menggunakan PCR.