Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Gizi Keluarga Balita Stunting Melalui Kreativitas Pangan Lokal di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Asri Lestarini; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.236-241

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak negatif pada kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa 49,2% balita di Desa Bayung Gede berisiko terkena stunting. Tingginya angka stunting ini berhubungan erat dengan rendahnya asupan gizi pada anak, yang dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat dan lemahnya ketahanan pangan keluarga. Keluarga balita stunting dan yang berpotensi mengalami stunting menjadi mitra utama dalam program pendampingan ini. Dua permasalahan utama yang akan diatasi adalah: 1) asupan gizi balita yang masih di bawah standar kecukupan gizi, dan 2) keterampilan ibu balita dalam membuat makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi dari bahan pangan lokal masih terbatas. Solusi yang ditawarkan meliputi: 1) peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai pola asuh dan nutrisi sehat serta keterampilan membuat PMT berbahan pangan lokal, dan 2) pemberian bantuan berupa paket gizi. Tahapan program pendampingan ini mencakup: 1) sosialisasi dengan semua pihak yang terlibat pada tahap awal, 2) penyuluhan kepada ibu balita mengenai pola asuh dan pelatihan membuat MPASI sehat untuk balita, dan 3) pemberian paket gizi berupa susu tinggi protein kepada keluarga yang membutuhkan. Hasil yang didapatkan dari program ini adalah peningkatan pengetahuan ibu balita yang dapat dilihat dari peningkatan postest (56,00) daripada pretest (89,50). Paket gizi juga telah diterima dengan baik oleh ibu balita. Dapat disimpulkan kegiatan telah berjalan dengan lancar dan diharapkan ke depannya terdapat kegiatan yang serupa secara berkelanjutan.
PKM Pencegahan Penyebaran Covid-19 melalui Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer kepada Kelompok Pedagang di Daerah Wisata Tirta Gangga Karangasem - Bali Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.82-85

Abstract

Selama pandemi COVID-19, menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penularan virus. Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain adalah dengan mencuci tangan secara rutin, menutup mulut saat batuk menggunakan siku atau tisu, serta menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang batuk atau bersin. Pasar menjadi salah satu lokasi yang rentan terhadap penyebaran COVID-19, terutama di kawasan wisata seperti Tirta Gangga. Keramaian dan aktivitas transaksi yang intens di pasar meningkatkan risiko paparan virus.Sebagai langkah pencegahan, program yang dilaksanakan di kawasan wisata Tirta Gangga meliputi pelatihan pembuatan dan distribusi hand sanitizer kepada pedagang pasar yang kerap berinteraksi dengan pelanggan. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di masyarakat Tirta Gangga, mengingat dampak pandemi yang signifikan terhadap sektor ekonomi setempat. Kegiatan ini berhasil melibatkan 100% kelompok mitra, yang menunjukkan peningkatan pemahaman mereka tentang COVID-19 dan langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, para mitra menjadi terampil dalam membuat hand sanitizer secara mandiri, yang sangat berguna untuk mencegah penyebaran virus. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mitra terhadap pentingnya protokol kesehatan, meskipun pandemi telah mereda. Dengan keterampilan memproduksi hand sanitizer di rumah, mitra dapat mengambil langkah mandiri untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang.