Shahifa Suha Arrasyi
Program Studi Ilmu Gizi, Peminatan Human Nutrition, Fakultas Pascasarjana, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Audit Kasus Stunting Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali Shahifa Suha Arrasyi; Dian Septiana; Yuliana Heri Suselo
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.77078

Abstract

Pendahuluan: Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) memiliki prevalensi stunting tahun 2022 yaitu 20,8% dan pada Kabupaten Boyolali 20%. Dalam mengatasi stunting, dilakukan audit stunting yang merupakan program identifikasi faktor risiko penyebab stunting. Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari yang  merupakan salah satu kecamatan lokus stunting di Kabupaten Boyolali dengan prevalensi  8,7%.Metode: Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali pada 30 Mei 2023. Audit stunting diawali dengan membuat irisan balita stunted-wasting, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan balita termasuk dalam kategori stunting atau pendek karena penyebab lain. Menurut KepMenkes 1928/2022 PNPK Stunting, balita tergolong (berisiko) stunting apabila usia berat ≤ usia tinggi ≤ usia kronologis dan didapatkan 5 balita yang tergolong (berisiko). Ibu dan balita berisiko akan diundang datang ke RSUD Pandan Arang untuk audit kasus stunting. Audit kasus stunting berupa pengukuran antropometri, wawancara ibu balita dan konsultasi kesehatan balita stunting.Hasil dan pembahasan: Faktor penyebab stunting di Kecamatan Gladagsari diantaranya yaitu pengasuhan bersama antara suami dan istri, keadaan sanitasi lingkungan (termasuk kepemilikan jamban sehat), faktor gangguan makan (intoleransi makanan), Selama 3 bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan makanan, frekuensi kunjungan ke posyandu, ASI eksklusif, MPASI, status imunisasi dasar, konsistensi minum vitamin A, ibu peserta KB, pemahaman manfaat KMS, pemahaman manfaat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di posyandu, pemahaman stunting, pengetahuan tentang gizi seimbang, beragam dan aman.Kesimpulan: Melalui kegiatan audit kasus stunting yang dilakukan di Kecamatan Gladagsari diketahui beberapa faktor risiko yang menjadi faktor penyebab terjadinya stunting.Â