Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Bronkopneumonia Pada Anak Umur Nol Sampai Satu Tahun Dan Asap Rokok Palaguna, Sriwati
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i2.3094

Abstract

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk nikotin, tar, karbon monoksida, dan karsinogen. Paparan asap rokok pada anak usia 0-1 tahun dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan saluran nafas mereka. Anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyumbatan saluran nafas, penurunan fungsi paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan, termasuk bronkopneumonia. Untuk mengatasi masalah ini, pendidikan dan kesadaran tentang bahaya asap rokok harus ditingkatkan, terutama di kalangan orang tua. Menciptakan lingkungan bebas asap rokok di rumah dan tempat-tempat umum yang sering dikunjungi anak juga penting. Dukungan harus diberikan kepada orang tua yang ingin berhenti merokok, dengan menyediakan informasi dan sumber daya yang diperlukan. Kampanye publik yang kuat perlu dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan dampak negatif merokok pasif pada kesehatan anak. Selain itu, pengawasan dan penegakan hukum terkait larangan merokok harus ditingkatkan. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi paparan asap rokok pada anak usia 0-1 tahun dan mengurangi kejadian bronkopneumonia yang disebabkan oleh paparan tersebut. Perlunya perlindungan yang kuat terhadap anak-anak dari paparan asap rokok harus ditekankan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka Cigarette smoke contains a variety of harmful substances, including nicotine, tar, carbon monoxide and carcinogens. Exposure to cigarette smoke at the age of 0-1 years can interfere with the growth and development of their respiratory tract. Children who are exposed to secondhand smoke have a higher risk of developing airway obstruction, decreased lung function, and respiratory infections, including bronchopneumonia. To overcome this problem, education and awareness about the dangers of cigarette smoke must be increased, especially among parents. Creating a smoke-free environment at home and in public places that children frequent is also important. Support should be provided to parents who wish to quit smoking, by providing the necessary information and resources. A strong public campaign needs to be carried out to make people aware of the negative impact of passive smoking on children's health. In addition, supervision and law enforcement related to smoking ban must be improved. By implementing these steps, it is expected to reduce exposure to cigarette smoke in children aged 0-1 years and reduce the incidence of bronchopneumonia caused by this exposure. The need for strong protection of children from exposure to secondhand smoke must be emphasized to ensure their health and well-being
Artikel Reviu: Hubungan Antara Diet dan Asma pada Anak Palaguna, Sriwati
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4332

Abstract

Asma adalah penyakit saluran nafas kronis yang banyak ditemukan pada anak-anak dan menjadi masalah kesehatan global. Asma ditandai dengan berbagai gejala mulai dari sesak nafas, batuk, mengi, nyeri dada, dan rasa berat dada. Asma berdampak pada berbagai aspek kehidupan dan asma yang berat dapat mengancam kehidupan. Tatalaksana asma meliputi tatalaksana farmakologi dan non-farmakologi. Beberapa studi menunjukkan bahwa diet berkaitan dengan terjadinya atau perburukan asma. Diet yang sehat berkaitan dengan risiko kekambuhan dan terjadinya asma yang lebih rendah. Sedangkan konsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan berdampak buruk pada asma. Intervensi diet dapat dipertimbangkan sebagai pada anak-anak, khususnya yang memiliki riwayat asma. Asthma is a chronic airway disease commonly found in children and is a global health problem. Asthma is characterized by a variety of symptoms ranging from shortness of breath, coughing, wheezing, chest pain, and chest heaviness. Asthma affects many aspects of life and severe asthma can be life threatening. Asthma management includes pharmacological and non-pharmacological management. Several studies have shown that diet is associated with the occurrence or worsening of asthma. A healthy diet is associated with a lower risk of asthma recurrence and occurrence. Whereas consumption of fast food and processed food adversely affects asthma. Dietary interventions can be considered as in children, especially those with a history of asthma.