Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN TANAH LATERIT DAN KAPUR PADAM TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLYMER PADA CURING UDARA TERBUKA Muh. Syaifullah S
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.065 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v8i1.637

Abstract

Sebagian besar lapisan permukaan di wilayah Papua dan Kalimantan merupakan Tanah Laterit. Ketika kering tanah laterit akan kering namun ketika mengandung air dalam jumlah besar tanah laterit menjadi lembur. Produksi semen memerlukan energi yang besar sehingga geopolymer beton dan mortar merupakan material yang memiliki potensi yang besar sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan semen Portland karena memiliki sifat mekanik yang hampir menyerupai beton berbasis semen Portland. Penelitian ini membahas pemanfaatan abu terbang dan alkali aktivator (NaOH dan Na2SiO3) untuk mengikat tanah laterit dengan menambahkan kapur padam untuk mengurangi penggunaan oven membentuk mortar geopolymer. Perbandingan tanah laterit dan kapur padam digunakan yaitu 95%:5%. Pengujian flow pada mortar geopolymer segar memperlihatkan semua material mampu terikat dengan baik dan tidak terjadi segregasi. Benda uji yang telah mengeras dirawat di udara yang terekspos (udara terbuka) selama 3, 7 dan 28 hari. Pengujian kuat tekan dianalisa untuk mengetahui perilaku mortar geopolymer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan dari umur 3 ke 7 hari namun menurun pada umur 28 hari.