Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE “TANDA-TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN” DI PUSKESMAS PUNGGUR LAMPUNG TENGAH Marlinda Marlinda; Desi Ari Madiyanti; Yeti Septiasari
Bagimu Negeri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i2.2140

Abstract

Mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan sejak dini perlu difahami oleh semua ibu hamil, agar dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah segera sehingga dapat menghindari konsekuensi yang serius. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan dasar berbentuk tindakan preventif dan promotive yaitu Edukasi kunjungan Antenatal Care khususnya tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Rangkaian kegiatan edukasi dilakukan pada ibu hamil mulai di trimester I sampai III kehamilan, karena bahaya kehamilan selalu mengancam kesejahteraan ibu dan janin di setiap usia kehamilan bahkan kematian. Sering sekali ibu datang ke pelayanan keseahtan setelah kondisi ibu dan janin memburukOleh karena itu, perlu kiranya dilakukan Edukasi kunjungan Antenatal Care, khususnya membahas tentang Tanda-tanda Bahaya pada Kehamilan. Kegiatan edukasi dilakukan di Puskesmas Punggur Lampung Tengah, pada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care. Selain mendapat edukasi, ibu mendapat pelayanan pemeriksaan rutin kehamilan, tekanan darah, berat badan dan kadar Haemoglobin. Edukasi dilakukan sebanyak 2 kali, pada tanggal 20 dan 22 November 2022. Ibu dan keluarga sangat antusias mengikuti rangkaian edukasi dan berperan serta aktif saat dilakukan tanya jawab setelah materi dijelaskan. Hendaknya keluarga sebagai support system bagi ibu hamil, dapat lebih meningkatkan perannya terutama dalam mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan pada ibu, dan segera mengambil tindakan pertama untuk menyelamatkan ibu dan janin.
Pengaruh teknik guided imagery terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Pringsewu Desi Ari Madiyanti; Marlinda Marlinda; Dewi Okta Periyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i1.222

Abstract

Background: Menstruation is periodic bleeding from the uterus that begins approximately 14 days after ovulation periodically due to the shedding of the endometrial lining of the uterus. Physical discomfort during menstruation is called dysmenorrhea. Several actions can be taken to reduce dysmenorrhea, such as taking anti-pain medication or warm compresses. Purpose: To determine the effect of guided imagery techniques on dysmenorrhea pain in adolescent girls. Method: This type of quasi-experimental research with a pre-post-test non-equivalent control group approach. The sample of 36 female students was divided into 2 groups, 18 samples in the intervention group and 18 samples in the control group using consecutive sampling. The research instruments were a numeric rating scale (NRS) observation sheet and a standard operating procedure guided imagery. Data were analyzed using the Mann Whitney test. Results: The average age of female adolescent students who experienced dysmenorrhea in the intervention group was 16 years with a minimum age of 15 years and a maximum of 16 years. In the control group, the average age of young female students who experienced dysmenorrhea was 16 years with a minimum age of 15 years and a maximum of 18 years. The average pain in the intervention group before intervention was 6.78 and after intervention 1.94. Conclusion: This research shows that there is an effect of guided imagery techniques on reducing dysmenorrhea pain in young women with a p-value of 0.013 <0.05.   Keywords: Dysmenorrhea; Guided Imagery Therapy; Menstruation.   Pendahuluan: Menstruasi merupakan perdarahan periodik dari rahim yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Ketidaknyamanan fisik saat menstruasi disebut dismenore. Beberapa tindakan dapat dilakukan untuk mengurangi dismenore seperti minum obat anti nyeri atau kompres hangat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik guided imagery terhadap nyeri dismenore pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post-test non-equivalent control group. Sampel sebanyak 36 siswi terbagi menjadi 2 kelompok, 18 sampel kelompok intervensi dan 18 sampel kelompok kontrol dengan consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi numeric rating scale (NRS) dan standar operasi prosedur (SOP) guided imagery. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil: Rata-rata usia siswi remaja putri yang mengalami dismenore pada kelompok intervensi adalah 16 tahun dengan usia minimal 15 tahun dan maksimal 16 tahun. Pada kelompok kontrol rata-rata usia siswi remaja putri yang mengalami dismenore adalah 16 tahun dengan usia minimal 15 tahun dan maksimal 18 tahun. Rata-rata nyeri pada kelompok intervensi sebelum intervensi 6.78 dan sesudah intervensi 1.94. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik guided imagery terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri dengan nilai p-value 0.013 <0.05.   Kata Kunci: Dismenore; Menstruasi; Terapi Guided Imagery.