Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanganan Luka Diabetes Melitus dan Ekstrak Daun Pisang di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Armi Armi; Yana Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6444

Abstract

Perawatan luka telah dikembangkan banyak metode, salah satunya adalah metode pengobatan herbal dengan tumbuhan yang digunakan untuk perawatan luka berupa ekstrak daun pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum). Masyarakat yang menderita DM yang sudah terjadi luka dapat melakukan perawatan luka selanjutnya secara mandiri dengan menggunakan sediaan ekstrak daun pisang, sedangkan penderita Diabetes Melitus yang tidak ada luka sebagai dasar pengetahuan masyarakat jika luka terjadi dapat melakukan perawatan secara mandiri. Tujuan dari pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perawatan luka Diabetes Melitus menggunakan ekstrak daun pisang di wilayah Puskesmas Tambun. Peserta kegiatan Pengabdian dihadiri oleh 7 orang kader, 24 orang masyarakat untuk posyandu Dahlia dan 35 orang untuk masyarakat di posyandu Melati, tim pengabdi dan 3 orang mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 33% warga memiliki pengetahuan baik terkait definisi luka, sekitar 21% warga memiliki pengetahuan baik terkait jenis luka, sekitar 13% warga memiliki pengetahuan baik terkait perawatan luka, sekitar 8% warga memiliki pengetahuan baik terkait penyembuhan luka dengan ekstrak daun pisang. Setelah kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan dengan baik, hal ini mengalami peningkatan pengetahuan warga terkait definisi luka menjadi 75%, sekitar 63% warga memiliki pengetahuan baik terkait jenis luka, sekitar 71% warga memiliki pengetahuan baik terkait perawatan luka dan sekitar 58% warga memiliki pengetahuan baik terkait penyembuhan luka. Pengabdian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan menjadi stimulus bagi masyarakat akan pentingnya perawatan luka dengan menggunakan ekstrak daun pisang.
Duta Masyarakat Dalam Pelaksanaan Lima Pilar Management Diabetes Mellitus di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2022 Yana Setiawan; Armi Armi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6589

Abstract

Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Prevalensi diabetes Mellitus di Jawa Barat menempati peringkat 21 dari 36 provinsi. Pada tahun 2020 di Kabupaten Bekasi penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 22.573 dengan persentase 9.32% dari 242.169 penderita. DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga terjadi penumpukan glukosa di dalam darah yang disebut hiperglikemia. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pendampingan terkait Duta Masyarakat Dalam Pelaksanaan Lima Pilar Management Diabetes Mellitus Di Puskesmas Mekar Mukti melalui pendekatan dengan Kader Kesehatan / Posyandu yang ada di Puskesmas Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi (33 orang), waktu Juni-Agustus 2023. Saran: Kader untuk terus memotivasi keluarga dengan DM dalam melaksanakan 5 pilar menajamen pengobatan DM agar penderita DM tidak mengalami komplikasi yang lebih berat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanganan Luka Diabetes Melitus dan Ekstrak Daun Pisang di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Armi Armi; Yana Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6444

Abstract

Perawatan luka telah dikembangkan banyak metode, salah satunya adalah metode pengobatan herbal dengan tumbuhan yang digunakan untuk perawatan luka berupa ekstrak daun pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum). Masyarakat yang menderita DM yang sudah terjadi luka dapat melakukan perawatan luka selanjutnya secara mandiri dengan menggunakan sediaan ekstrak daun pisang, sedangkan penderita Diabetes Melitus yang tidak ada luka sebagai dasar pengetahuan masyarakat jika luka terjadi dapat melakukan perawatan secara mandiri. Tujuan dari pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perawatan luka Diabetes Melitus menggunakan ekstrak daun pisang di wilayah Puskesmas Tambun. Peserta kegiatan Pengabdian dihadiri oleh 7 orang kader, 24 orang masyarakat untuk posyandu Dahlia dan 35 orang untuk masyarakat di posyandu Melati, tim pengabdi dan 3 orang mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 33% warga memiliki pengetahuan baik terkait definisi luka, sekitar 21% warga memiliki pengetahuan baik terkait jenis luka, sekitar 13% warga memiliki pengetahuan baik terkait perawatan luka, sekitar 8% warga memiliki pengetahuan baik terkait penyembuhan luka dengan ekstrak daun pisang. Setelah kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan dengan baik, hal ini mengalami peningkatan pengetahuan warga terkait definisi luka menjadi 75%, sekitar 63% warga memiliki pengetahuan baik terkait jenis luka, sekitar 71% warga memiliki pengetahuan baik terkait perawatan luka dan sekitar 58% warga memiliki pengetahuan baik terkait penyembuhan luka. Pengabdian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan menjadi stimulus bagi masyarakat akan pentingnya perawatan luka dengan menggunakan ekstrak daun pisang.
Duta Masyarakat Dalam Pelaksanaan Lima Pilar Management Diabetes Mellitus di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2022 Yana Setiawan; Armi Armi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6589

Abstract

Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Prevalensi diabetes Mellitus di Jawa Barat menempati peringkat 21 dari 36 provinsi. Pada tahun 2020 di Kabupaten Bekasi penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 22.573 dengan persentase 9.32% dari 242.169 penderita. DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga terjadi penumpukan glukosa di dalam darah yang disebut hiperglikemia. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pendampingan terkait Duta Masyarakat Dalam Pelaksanaan Lima Pilar Management Diabetes Mellitus Di Puskesmas Mekar Mukti melalui pendekatan dengan Kader Kesehatan / Posyandu yang ada di Puskesmas Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi (33 orang), waktu Juni-Agustus 2023. Saran: Kader untuk terus memotivasi keluarga dengan DM dalam melaksanakan 5 pilar menajamen pengobatan DM agar penderita DM tidak mengalami komplikasi yang lebih berat.