Abstrak. Peradan Islam pernah sampai pada puncaknya, kemajuan pada masa itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa sehingga disebut sebagai abad keemasan atau the golden Age of Islam. Fenomena ini terjadi bukan karena kebetulan akan tetapi salah satu indikator dari kemajuan tersebut adalah penguasaan ilmu pengetahuan pada umat Islam yang ditandai dengan berkembangnya perpustakaan sebagai pusat kajian yang sangat pesat di tengah masyarakat. Menarik jika ditelaah memang terdapat korelasi antara perpustakaan dengan kemajuan suatu peradaban. Perpustakaan yang terkenal menjadi pusat bagi pencari ilmu pada masa keemasan Islam adalah Perpustakaan Baitul Hikmah yang dirintis sejak masa Khalifah kedua Dinasti Abbasiyah, yaitu Abu Ja’far al-Manshur (754-775 M). Perpustakaan Baitul Hikmah berperan sebagai pusat penterjemahan, pusat penelitian, dan lembaga pendidikan. Pengelolaan perpustakaan yang baik, dan maksimal salah satunya melalui dukungan dana yang besar untuk riset, membayar tenaga professional pustakawan, bahkan mengkolaborasikan pakar dari berbagai bidang tanpa melihat latar belakang agama, suku, dan keturunan. Al hasil, Baitul Hikmah menjadi rujukan sumber informasi penting dalam berbagai bidang. Ini sangat menarik untuk dijadikan pengetahuan para pengelola perpustakaan saat ini, sekaligus menjadi bahan pelajaran penting tentang bagaimana manajemen perpustakaan dalam perkembangan intelektual dan peradaban manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Manajemen secara umum perpustakaan Baitul Hikmah pada masa Dinasti Abbasiyah serta untuk menambah referensi rujukan pustakawan dalam mengelola perpustakaannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan data dari literatur sejarah dan referensi lainnya kemudian dibaca dan diolah sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan Baitul Hikmah dapat diaplikasikan pada manajemen perpustakaan masa kini.